INFOGRESIK – Curah hujan yang masih tinggi membuat banjir di Kabupaten Gresik semakin meluas. Jika pada Senin (24/2/2025) banjir hanya merendam 3 desa di Kecamatan Balongpanggang, maka pada Selasa (25/2) banjir sudah melanda belasan desa yang ada di empat kecamatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik Sukardi menyebut ada tiga penyebab banjir yang melanda wilayah Gresik Selatan, yakni banjir akibat tingginya curah hujan, luapan sungai Kali Lamong dan luapan Kali Surabaya.
Adapun datanya, banjir Luapan Kali Lamong terdampak pada 8 Desa di Kecamatan Balongpanggang, yakni Desa Jombangdelik, Desa Ngampel, Desa Dapet, Desa Wotansari, Desa Pucung, Desa Sekarputih, Desa Banjaragung dan Desa Karangsemanding. Serta 3 desa di Kecamatan Benjeng, yakni Desa Deliksumber, Desa Lundo dan Desa Sedapurklagen.
Untuk banjir akibat luapan Kali Surabaya ada di Desa Driyorejo, Kecamatan Desa Driyorejo. Selanjutnya, banjir akibat curah hujan tinggi melanda 2 Desa di Kecamatan Driyorejo, yakni Desa Cangkir dan Desa Sumput. Terakhir Desa Wringinanom di Kecamatan Wringinanom.
“Itu data yang masuk ke kami per pukul 8.00 WIB. Mudah-mudahan banjir segera surut,” ujar Kardi didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, F.X. Driatmiko Herlambang.
Dia menambahkan, BPBD Gresik bersama para relawan hingga saat ini terus membantu melakukan evakuasi terhadap warga menggunakan perahu karet.
“Kami membantu evakuasi warga khususnya anak-anak dan orang tua. Untuk tenda pengungsi dan dapur umum masih belum. Menunggu kondisi dan kebutuhan warga,” ucapnya.
