INFOGRESIK – Usai puluhan tahun hanya mengandalkan air sumur dan truk tangki air, kini ratusan warga di 8 desa di Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik bisa berbahagia usai diresmikannya program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di wilayah tersebut.
Peresmian proyek SPAM regional Umbulan plus Dana Alokasi Khusus (DAK) dilakukan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Ida Lailatus Sa’diyah, Direktur Utama Perumda Giri Tirta Kurnia Suryadi, Direktut Umum Ahmad Rusdilfahmi, beserta jajarannya, Kamis (27/6/2024).
Adapun desa yang mendapat program yakni Desa Wadak Lor, Desa Wadak Kidul, Desa Petis Benem, Desa Kawisto Windu, Desa Sumengko, Desa Sumari, dan Desa Duduksampeyan. Serta Desa Kemudi.
Melalui proyek ini, ribuan rumah di wilayah Duduksampeyam mulai teraliri air Perumda Giri Tirta. Nurul Khofifah, salah satu warga Desa Wadak Lor mengatakan, dengan adanya jaringan perpipaan ini ia tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih di musim kemarau, karena pada musim tersebut sumber air di desanya payau atau asin.
“Alhamdulillah ada PDAM ini tidak beli air lagi. Kalau dulu untuk kebutuhan masak dan mandi beli air tangki,” ujar Nurul berbahagia.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan program tersebut merupakan solusi untuk mengatasi kebutuhan air bagi warga sekitar saat musim kemarau, ketika masyarakat kesulitan memperoleh sumber air bersih.
“Kita tahu di Kecamatan Duduksampeyan ini, tiap tahun mengalami problem kebutuhan air saat masuk musim kemarau. Program ini solusi untuk mengatasi persolan tersebut,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Yani itu.
Bupati mengklaim, bahwa proyek tahun 2023 yang dikerjakan DKCKP bersinergi bersama PDAM Perumda Giri Tirta ini telah menyelesaikan SPAM perpipaan di 8 Desa di Kecamatan Duduksampeyan.
Ia optimis, dengan dukungan Kementerian terkait, proyek ini akan dilanjutkan di 2024 dengan menambah saluran ke desa lain di Kecamatan Duduksampeyan untuk wilayah selatan. “Untuk beberapa desa sisanya bisa kita selesaikan tahun depan. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan responnya diterima cukup baik,” jelasnya.
Selain itu, Gus Yani juga merencanakan akan memperluas proyek ini di kecamatan lain. Ia sudah meminta Dirut Perumda Giri Tirta untuk mengkaji lebih lanjut langkah tersebut. “Sekarang sudah dilakukan kajian. Mudah-mudahan kajiannya segera selesai,” pungkasnya.
Sementara itu, Kadis CKPKP Ida Lailatus Sa’diyah menyampaikan, jika program penyediaan saluran air bersih yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2023 ini telah menyelesaikan 8 Desa terdiri dari 4.561 ribu sambungan rumah (SR) tanpa ada pungutan untuk warga alias gratis.
“Tahun 2024 untuk DAK ini kami membangun reservoir yang mendorong jaringan Selatan ke utara dimana yang terlayani desa Setro dan Kramat. Selanjutnya untuk Tumapel sampai Pandanan ini masih proses di Kementerian PUPR,” ucapnya.
