INFOGRESIK – Seekor sapi kurban lepas dan mengamuk di halaman Masjid Al Hasan, Perumahan Pongangan Indah (PPI), Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik. Hewan tersebut akhirnya berhasil dievakuasi setelah petugas melakukan penembakan bius, Rabu (27/5/2026) dini hari.
Kejadian bermula pada Selasa (26/5/2026) siang. Tali pengikat sapi yang didatangkan dari peternak asal Lamongan itu terputus. Warga bersama pemilik sempat berupaya menangkap sapi tersebut, namun tidak berhasil karena kondisinya agresif akibat stres.
Khawatir membahayakan warga, pelapor bernama Sining menghubungi layanan darurat Akas 112. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik Pos Kota pada pukul 19.04 WIB.
Baca juga: Korsleting Listrik Sambar Bensin, Usaha Tambal Ban di Manyar Gresik Hangus Terbakar
Kepala Dinas Damkarla Kabupaten Gresik, Suyono, mengatakan personel tiba di lokasi pukul 19.19 WIB. Namun, kondisi sapi yang agresif membuat petugas tidak bisa melakukan penangkapan secara manual.
“Berdasarkan saran dokter hewan di lokasi, sapi harus ditembak bius karena tingkat stresnya sangat tinggi sehingga sulit ditenangkan,” terangnya.
Dalam proses evakuasi, Damkarla Gresik berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur untuk penembakan bius. Petugas juga menunggu ketersediaan obat bius khusus yang didatangkan oleh drh. Rajendra dari Dinas Peternakan Kabupaten Lamongan.
Setelah obat bius tiba, tim gabungan beberapa kali melakukan penembakan bius hingga sapi tersebut lemas. Sekitar pukul 00.27 WIB, sapi kurban itu akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan oleh personel Damkarla bersama warga setempat.
Baca juga: Jalan-jalan di Sawah, Warga Sidojangkung Menganti Kaget Temukan Elang Jawa Terluka
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Sebanyak tujuh personel Damkarla dengan satu unit mobil rescue dikerahkan dalam operasi ini. Evakuasi juga dibantu BKSDA Jatim, Dinas Pertanian dan Peternakan Gresik, RPH Pulopancikan, serta takmir masjid setempat.
Suyono menambahkan, operasi penyelamatan ini menambah daftar kejadian rescue yang ditangani Damkarla Gresik. Sepanjang Mei 2026, tercatat sudah ada 101 kejadian rescue di Kabupaten Gresik.
