INFOGRESIK – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan perahu bermuatan besi di perairan Lumpur, Gresik, resmi ditutup pada Rabu (6/5/2026) pukul 09.10 WIB. Penutupan dilakukan setelah seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang berhasil ditemukan.
Insiden ini terjadi pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB di perairan depan Pelabuhan PLTU Gresik. Sebuah perahu yang mengangkut lima orang serta muatan besi tua sekitar 3 ton tenggelam setelah kemasukan air. Peristiwa tersebut diduga dipicu gelombang tinggi akibat kapal yang melintas.
Pada hari keempat pencarian (H+4), Tim SAR gabungan menerima laporan dari kapal yang melintas terkait adanya tanda-tanda keberadaan korban pada pukul 06.15 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim segera melakukan penyisiran dan berhasil mengevakuasi korban terakhir pada pukul 08.15 WIB.
Baca juga: Perahu Muatan Besi Tua 3 Ton Tenggelam di Perairan Gresik, Satu Tewas dan Dua Hilang
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, menyampaikan bahwa korban terakhir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi satu korban atas nama H. Ajib (66) dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.
Korban ditemukan pada koordinat 7°03’45.6”S 112°39’40.1”E, atau sekitar 5,7 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian awal.
Berdasarkan data akhir BPBD Kabupaten Gresik, dari total lima orang yang berada di dalam perahu, dua orang dinyatakan selamat dan tiga orang meninggal dunia. Korban selamat masing-masing adalah Yusuf (45) asal Surabaya dan Abdul Alim (31) asal Gresik.
Sementara itu, korban meninggal dunia adalah Sukir (42) asal Surabaya, Halimi (32) asal Gresik, serta H. Ajib (66) asal Gresik.
Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik untuk penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Perahu Nelayan Bawean Tenggelam Usai Diterjang Ombak, 1 Meninggal dan 1 Orang Hilang
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Satpolairud Polres Gresik, BPBD Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Gresik, Poskamladu, RAPI, SAR MTA, SAR Surabaya, serta rukun nelayan dan masyarakat setempat.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh personel serta peralatan yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing. Kondisi cuaca saat proses pencarian terakhir dilaporkan dalam keadaan cerah.
