INFOGRESIK – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam pemenuhan hak pendidikan anak terus dilakukan. Salah satunya melalui program beasiswa bagi anak kurang mampu.
Hal ini disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat peringatan Hari Anak Nasional di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Rabu (31/7/2024).
“Dalam setahun, kami di Dinas Pendidikan sudah menyiapkan beasiswa total Rp3 miliar dari APBD untuk anak kurang mampu,” ujar Bupati Gresik.
Selain beasiswa di Dinas Pendidikan Gresik, ada juga alokasi beasiswa di Baznas Gresik. Sehingga tidak ada alasan anak putus sekolah.
“Semua harus punya kepekaan terhadap hak pendidikan anak,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Yani.
Lebih lanjut, Gus Yani juga mendorong bertambahnya UPT Resoucer Center di Kabupaten Gresik demi memenuhi pendidikan anak berkebutuhan khusus. Saat ini masih ada 3 titik yakni di Gresik kota, Kecamatan Winginanon, dan Bawean.
“Nanti harus diperbanyak. Misalnya kecamatan Dukun dan Balongpanggang atau tempat lainnya minta. Pasti akan saya dukung,” terangnya.
Senada, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyampaikan, Pemkab Gresik melalui Dinas Pendidikan, Dinas KBPPA, Dinas Kominfo, Dinas Sosial, dan tim penggerak PKK memiliki program Jaketku (Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah) demi memberikan layanan kejar paket sesuai dengan tingkat pendidikan terakhirnya sampai proses ujian hingga mendapatkan ijazah.
“Kalau anak putus sekolah dan umurnya belum 18 tahun. Maka seluruh sekolah di kabupaten Gresik wajib menerima anak tersebut,” ucapnya.
