INFOGRESIK – Seorang pelajar berinisial RAS (15), warga Gubeng Masjid, Surabaya, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pekarangan belakang SMK Al Amin, Dusun Glombok Wetan, Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Rabu (6/5/2026).
Kapolsek Kedamean, Iptu Ekwan Hudin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian tragis itu pertama kali dilaporkan sekitar pukul 17.30 WIB.
“Benar, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pekarangan belakang sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Baca juga: Tabrak Truk Parkir di Samirplapan Duduksampeyan, Pemotor Luka Berat Hingga Meninggal
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu korban diketahui menggunakan laptop di mushola, padahal perangkat tersebut seharusnya berada di ruang laboratorium. Korban kemudian mendapat teguran dari pengasuh.
Setelah ditegur, korban sempat berbincang dengan saksi MRR (14) dan mengungkapkan keinginannya untuk mengakhiri hidup karena merasa malu. Namun, pernyataan tersebut sempat dianggap sebagai gurauan oleh saksi.
“Korban kemudian terlihat membawa tali tampar dari gudang menuju ke arah pekarangan belakang,” lanjut Ekwan.
Karena korban tidak kembali hingga sekitar pukul 16.30 WIB, saksi bersama rekannya berinisiatif melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tergantung pada sebatang pohon di area belakang sekolah.
Baca juga: Pemain “Shaka Oh Shaka” Sapa Penggemar di Gressmall, Antusiasme Penonton Membludak
Petugas dari Polsek Kedamean yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi, polisi mengamankan barang bukti berupa seutas tali tampar plastik berwarna biru.
Dari hasil pemeriksaan medis awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Berdasarkan visum luar, tidak ada indikasi penganiayaan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat gantung diri,” tegasnya.
Catatan:
Berita ini mengandung konten sensitif mengenai bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan ke layanan kesehatan mental atau tenaga profesional terdekat. Anda tidak sendirian.
