INFOGRESIK – Menjelang akhir tahun, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik mencatat selama 2024 kasus kekerasan dan pendampingan korban trauma cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data KBPPPA Gresik tahun 2023 kasus kekerasan dan pendampingan mencapai 440. Sementara tahun 2024 sampai November ada 356 kasus.
“Untuk bulan Desember belum masuk. Tapi kemungkinan angkanya tidak akan bertambah secara signifikan,” kata Kepala KBPPPA Gresik dr. Titik Ernawati kepada Infogresik, Rabu (18/12/2024).
Penurunan kasus kekerasan di Kabupaten Gresik ini tak bisa dilepaskan dari gencarnya KBPPPA Gresik melakukan sosialisasi dan edukasi ke kecamatan-kecamatan hingga desa tentang cara mencegah terjadinya kekerasan.
Menurut dr. Titik, ada beberapa cara untuk mencegah terjadi kekerasan, yakni dengan meningkatkan ketahanan keluarga membekali anak-anak agar tidak menjadi pelaku dan korban bullying, melatih anak lebih percaya diri, dan speak up jika mengalami bullying serta mengajarkan kasih sayang dan persahabatan.
Selanjutnya, untuk pihak sekolah agar menjadikan sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak. Bisa diwujudkan Sekolah Ramah Anak yang mana sarana dan prasana, dan proses belajar ramah anak dan memberikan ruang anak untuk berprestasi dan melibatkan peran orang tua.
“Kami mengajak semua orang berani menjadi pelapor dan pelopor untuk menyuarakan stop kekerasan di sekitar ini. Bisa melapor melalui Gresik Akas 112,” ujar dr. Titik.
“Carilah bantuan jika mendapatkan kekerasan dan itu menggangu kejiwaan ke dinas KBPPPA melalui layanan psikolog,” imbuhnya.

Atas kerja keras seluruh tim KBPPPA Gresik, berbagai capaian penghargaan pun diraih. Mulai Bupati Sahabat Anak dari Kak Seto Award, Standarisasi SRA (MIN 1 Gresik), Ruang Bermain Ramah Anak tingkat Utama (Taman Prambangan), dan PISA (Pusat Informasi Sahabat Anak).
Selanjutnya Manggala Karya Kencana (penghargaan Tertinggi dari BKKBN atas komitmen Kabupaten pada program Bangga Kencana dan Percepatan Penanganan dan Penurunan Stunting), serta Standarisasi SRA (Satuan Pendidikan Ramah Anak dari Kementrian PPPA (SD Muhammadiyah Manyar dan MI Assa’adah).
“Capaian prestasi itu tak bisa lepas dari kerjasama dan bantuan dari semua pihak. Mudah-mudahan prestasi ini dapat membuat kami semakin semangat dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.
