INFOGRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menerima hibah 2.000 dosis straw sperma (semen) sapi unggul dari Artificial Insemination Center (AIC) Universitas Airlangga (UNAIR). Bantuan teknologi inseminasi buatan (IB) tersebut diserahkan untuk mendukung program Gresik Krawu Enak (Kerja Berbasis Wirausaha Peternakan) dalam membangun ekosistem peternakan modern di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anandito Putro, menyambut baik sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan populasi ternak sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor peternakan.
“Kami menyambut baik kolaborasi sinergitas antara dunia pendidikan dan Pemkab Gresik ini agar dapat terus berlanjut. Dengan begitu, populasi peternakan di Kabupaten Gresik dapat meningkat dan mampu menyerap tenaga kerja di bidang peternakan,” ujar Eko.
Baca juga: Harapan Tinggi Peternak Gresik, Ubah Pola Tradisional Menjadi Modern Melalui Program “Krawu Enak”
Program Gresik Krawu Enak berfokus pada empat pilar utama, yakni hilirisasi hasil riset melalui pemanfaatan semen beku berkualitas tinggi, penguatan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan peternak, peningkatan ketahanan pangan daerah, serta transformasi usaha peternakan agar peternak tradisional mampu berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri.
Pemberian bantuan 2.000 dosis straw sperma (semen) sapi unggul ini diproyeksikan dapat meningkatkan populasi dan kualitas sapi potong di Gresik secara konsisten. Selain itu, program tersebut juga diharapkan mampu menekan biaya reproduksi yang selama ini menjadi beban peternak.
Direktur AIC UNAIR, drh. Dikki, mengatakan komitmen pihaknya tidak hanya terbatas pada komoditas sapi. Ke depan, program hibah dan pelatihan penyegaran inseminasi buatan akan diperluas untuk jenis ternak lain.
Baca juga: Menyulap Bau Menjadi Berkah, Kisah Sukses Kelompok Mekar Sari di Kebomas
“Program hibah dan pelatihan refresh Inseminasi Buatan atau kawin suntik ini akan dilanjutkan untuk kambing dan domba, mengingat potensi kedua komoditas tersebut di Kabupaten Gresik cukup besar,” kata drh. Dikki.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Gresik, drh. Viki, berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut untuk mengatasi berbagai kendala teknis di lapangan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi ternak.
“Ke depan diharapkan dapat dikembangkan kerja sama lebih lanjut, sehingga penyakit gangguan reproduksi pada ternak dapat ditekan. Dengan begitu, ternak menjadi lebih produktif, mudah bunting, dan peternak bisa lebih sejahtera,” tutur drh. Viki.
