INFOGRESIK – Insiden memilukan menimpa seorang anak laki-laki berinisial RPR (6), siswa TK asal Jalan Batu Safir Merah, Kota Baru Driyorejo (KBD), Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.
Korban dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di Wisata Jati Sewu, Dusun Bongso Wetan, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, pada Minggu (17/5/2026).
Tragedi tersebut terjadi di tengah suasana objek wisata yang diketahui baru saja meluncurkan wahana permainan busa terbaru bagi para pengunjung. Insiden nahas itu berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB.
Pihak kepolisian dari Polsek Menganti menerima laporan dari masyarakat terkait insiden tersebut pada siang harinya, sekitar pukul 13.02 WIB. Mendapat informasi itu, petugas yang dipimpin Kanit Provost Polsek Menganti Aiptu Maksun, bersama AIPDA Harianto dan BRIPDA Bima dari Piket Reskrim, langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.
Baca juga: Tak Sengaja Tarik Gas, Motor Pekerja Tercebur ke Sungai di Wringinanom Gresik
Namun, saat petugas tiba di lokasi, korban sudah dievakuasi dari tempat kejadian.
Kasi Humas Polres Gresik, Ipda Hepi Muslih Riza, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, pihak kepolisian langsung mengambil tindakan cepat dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan dokumentasi, serta mengumpulkan data dan keterangan dari para saksi di lokasi.
Adapun saksi yang dimintai keterangan di antaranya tiga penjaga kolam, yakni RK (25), RZ (25), dan RI (30).
“Pemilik/pengelola wisata berinisial WN memberikan informasi bahwa benar telah terjadi anak tenggelam sekitar jam 11.00 WIB di kolam renang Wisata Jati Sewu yang memiliki ukuran kolam sekitar 8 meter x 20 meter dengan kedalaman sekitar 150 cm, korban anak TK,” kata Hepi, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Tak Bisa Berenang, Siswi SMP di Gresik Tewas Tenggelam di Telaga Jublang Giri Gajah
Sekitar pukul 22.30 WIB, petugas mendapatkan informasi bahwa setelah kejadian, korban langsung dilarikan oleh pihak keluarga ke IGD Rumah Sakit Bakti Dharma Husada (BDH) Kendung, Surabaya.
“Petugas segera mendatangi pihak rumah sakit untuk melakukan kroscek dan mendapati bahwa korban tiba di IGD RS BDH pada jam 11.03 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia (MD),” ungkapnya.
Anggota kepolisian kemudian mendatangi rumah duka di wilayah Driyorejo untuk bertemu dengan orang tua korban, dengan didampingi Ketua RT setempat. Saat petugas datang, jenazah korban diketahui sudah dimakamkan.
