INFOGRESIK – Musibah kebakaran menimpa sebuah tempat penggilingan padi (selep) milik Saji di Desa Karangsemanding RT 01 RW 01, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Sabtu (14/3/2026) petang. Insiden tersebut diduga dipicu percikan api dari proses pengeringan pelet.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik Pos Menganti menerima laporan kejadian pada pukul 17.52 WIB. Merespons laporan tersebut, petugas langsung diberangkatkan dan tiba di lokasi pada pukul 18.36 WIB untuk melakukan penanganan.
Kepala Dinas Damkarla Gresik Suyono melalui Perwira Piket Rizal S. Nugroho menjelaskan, api bermula dari aktivitas pengeringan pelet di dalam mesin oven.
“Awal mula api berasal dari proses pengeringan pelet di dalam oven. Karena kualitas pelet yang kurang baik, muncul percikan api yang kemudian membakar padi di gudang penyimpanan,” jelasnya dalam laporan tertulis.
Baca juga: LPG Meledak di Kebomas, Pemilik Rumah Dilarikan ke Rumah Sakit
Mengetahui api mulai merambat ke tumpukan padi, pemilik gudang segera melaporkan kejadian tersebut ke Pos Damkar Menganti. Petugas kemudian mengerahkan satu unit mobil semprot dan satu unit water supply ke lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, petugas yang terdiri dari Candra, Endik, Wiwin, dan Ilman langsung melakukan proses pemadaman menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Setelah api utama berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa di sela-sela tumpukan padi.
“Setelah api berhasil padam, personel melakukan pembasahan. Setelah lokasi dinyatakan kondusif, personel melakukan rehat dan penghimpunan data sebelum kembali ke pos,” tambahnya.
Meski sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar, petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Berkat penanganan cepat dari tim Damkarla Gresik, kerugian material berhasil diminimalisir.
Operasi pemadaman dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 19.28 WIB.
Peristiwa ini menjadi kasus kebakaran pertama yang ditangani Damkarla Gresik pada Maret 2026, di tengah tingginya angka penanganan aksi penyelamatan (rescue) yang telah mencapai 49 kejadian pada bulan yang sama.
