INFOGRESIK — Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Gresik berkolaborasi dengan Pemkab Gresik menggagas konsep One School One Industry guna memperkuat keterhubungan antara sekolah vokasi dan dunia industri. Konsep ini menempatkan sektor industri sebagai orang tua asuh yang mendampingi sekaligus menyelaraskan kebutuhan pendidikan kejuruan dengan dunia kerja.
Gagasan tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi, dalam Simposium Nasional “Revitalisasi Sekolah Vokasi Menuju Gresik Berkarya” di Ruang Mandhala Bhakti Praja, Selasa (8/9/2026).
“Konsepnya industri sebagai orang tua, dan sekolah nanti jadi anaknya. Nanti diselaraskan,” kata Eko.
Melalui One School One Industry, keterlibatan industri diarahkan tidak hanya untuk memberikan dukungan, tetapi juga memantau perkembangan teknologi. Hal tersebut menjadi pemantik bagi sekolah untuk terus meningkatkan kompetensi siswanya.
Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Cabdindik Gresik Luncurkan Program SIKAP pada Hardiknas 2026
“Kami siap meningkatkan mutu layanan. Apa yang diharapkan bupati selaras dengan apa yang diharapkan gubernur. Jangan sampai siswa lulus tetapi menganggur,” tegas Eko.
Eko menyatakan kesiapannya untuk mengoordinasikan 122 satuan pendidikan dengan total 45.696 pelajar demi menyukseskan program tersebut.
“Kami sudah punya data peta SMK dan jurusannya. Kami ajak industri berdialog untuk matching. Bentuk kerja samanya mencakup upgrade keterampilan guru, evaluasi kurikulum, penyelarasan kompetensi, hingga peluang rekrutmen,” kata Eko.
Ia memaparkan bahwa pola rekrutmen dini di wilayahnya telah menunjukkan hasil positif dengan terserapnya ratusan pelajar sebelum kelulusan resmi.
“Sudah ada sekitar 480 sampai 500 siswa yang sebelum lulus sudah direkrut masuk dunia kerja. Target kami angka ini bisa terus meningkat pesat dari waktu ke waktu,” ucapnya.
Baca juga: Cabdin Gresik Luncurkan EDUTRUST, Pantau Kinerja Sekolah Secara Real-Time dan Transparan
Eko menambahkan bahwa program berkelanjutan ini membutuhkan keterlibatan seluruh pihak secara bertahap.
“Kami di sini sinergi dan dimulai sekarang. Sinergitas antara Pemkab, Cabdin, serta industri,” ujarnya.
Langkah strategis ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan dunia industri sebagai kunci menekan angka pengangguran sekaligus mewujudkan visi Gresik Berkarya.
“Kenapa kegiatan ini penting dan harus berkelanjutan? Karena langkah strategis ini diambil guna menyelaraskan kurikulum pendidikan kejuruan dengan kebutuhan pasar kerja modern yang dinamis,” ungkap Bupati Yani.
Bupati Yani menambahkan, perhatian khusus diarahkan pada sektor pendidikan vokasi agar lulusan SMK memiliki kompetensi unggul dan siap kerja di kawasan industri Gresik yang berkembang pesat. Sinkronisasi kurikulum dinilai akan berjalan lebih cepat apabila mendapat dorongan penuh dari pemerintah daerah.
“Standarisasi kompetensi lulusan SMK juga menjadi perhatian utama agar para pemuda Gresik tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya industrialisasi daerah,” harapnya.
Simposium nasional ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan, antara lain akademisi UNAIR Suko Widodo, External Relation & SEZ Director Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, Mochamad Kharis dari Kawasan Industri Gresik, serta Irawan Agustiar dari Maspion Industrial Estate.
