INFOGRESIK — Dunia pendidikan Madrasah Aliyah (MA) Kanjeng Sepuh Sidayu, Gresik, kembali diselimuti rasa bangga. Di balik rutinitas kegiatan belajar mengajar sehari-hari, tersimpan kisah inspiratif dari seorang siswa kelas XII bernama Mohammad Royyan Habibullah.
Remaja berusia 18 tahun asal Bangkalan, Madura, yang juga merupakan santri Pesantren Tilawatil Al-Qur’an Al Maghfur Sekapuk, ini sukses membuktikan bahwa madrasah tempatnya menimba ilmu mampu melahirkan talenta-talenta berprestasi.
Bagi Royyan, statusnya sebagai siswa madrasah sekaligus santri menuntut komitmen tinggi dalam mengatur waktu. Perjuangan panjangnya untuk berdiri di podium juara bukanlah proses instan. Di tengah kesibukannya menjalani kewajiban akademik di MA Kanjeng Sepuh, ia tetap konsisten melatih suara dan kemampuannya membaca Al-Qur’an.
“Kuncinya adalah latihan secara rutin dan konsisten, serta disiplin waktu,” ungkap Royyan mengenai resep sukses di balik deretan trofi yang diraihnya, Jumat (4/9/2026).
Prinsip kedisiplinan dan ketekunan yang ia tempa di lingkungan MA Kanjeng Sepuh dan pesantren mengantarkannya pada sederet prestasi. Terbaru, pada Selasa (2/9/2026), Royyan sukses bersaing dengan puluhan peserta lainnya dan keluar sebagai Juara 1 Cabang Tilawah Al-Qur’an Remaja Putra pada MTQ Tingkat Kabupaten Bangkalan.
Nama MA Kanjeng Sepuh pun kian harum berkat rekam jejak prestasi Royyan yang membentang dari tingkat regional hingga nasional sepanjang 2026. Sebelum berjaya di tanah kelahirannya, siswa kelas XII ini telah memborong berbagai gelar juara bergengsi.
Ia tercatat sebagai Juara 2 Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Jawa Timur dalam Dies Natalis ke-45 UKM JQH Universitas Islam Malang (UNISMA), Juara 2 MTQ Tingkat Nasional pada Milad ke-30 UKM JQH UIN Sunan Kudus, Jawa Tengah, hingga menyabet Juara 1 MTQ Tingkat Nasional dalam Miladiyah XXVII UKM JQH Al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kecintaan Royyan terhadap seni baca Al-Qur’an telah tertanam sejak ia duduk di bangku kelas 3 SD pada 2017. Konsistensi selama hampir satu dekade inilah yang menjadikannya qari andal seperti sekarang. Prestasi tersebut menjadi buah manis dari ketekunan seorang siswa madrasah yang tak pernah berhenti belajar dan terus berkembang.
“Sangat mengidolakan Ustadz Syamsuri Firdaus (qari internasional asal Bima, NTB),” ungkap Royyan.
Baca juga: Siswi Penghafal Quran Harumkan Nama Gresik di Tingkat Nasional
Pihak sekolah menyambut pencapaian tersebut dengan penuh apresiasi. Waka Kesiswaan MA Kanjeng Sepuh, Ihsanul Kholiq, menegaskan bahwa pihak madrasah selalu mendukung penuh pengembangan potensi peserta didiknya. Ia berharap prestasi yang ditorehkan Royyan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kami berharap berbagai prestasi yang diraih Royyan bisa terus dipertahankan dan bisa melanjutkan prestasinya bukan hanya di tingkat kabupaten, tapi juga di tingkat nasional, bahkan internasional. Semoga Royyan menjadi inspirasi bagi siswa-siswi MA Kanjeng Sepuh yang lain,” tutur Ihsanul penuh bangga.
Dari ruang kelas MA Kanjeng Sepuh Sidayu, Gresik, Mohammad Royyan Habibullah telah menuliskan kisah inspiratif tentang bagaimana ketekunan seorang siswa madrasah mampu membawa nama almamater terbang tinggi, melantunkan ayat-ayat suci hingga bergema di kancah nasional.
