INFOGRESIK — Inovasi pengolahan sampah organik menjadi biogas resmi diresmikan di Perumahan Swan Menganti Mas Regency, Desa Pelemwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Program bertajuk “Biogas Sampah Organik” ini merupakan hasil kolaborasi RW 08 perumahan setempat dengan PT PLN Nusantara Power (NP) UP Gresik melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR).
Peresmian tersebut dihadiri Manajemen PT PLN NP UP Gresik, Anggota DPR RI Andi Firasadi, Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan, Camat Menganti Bagus Jauhari, Kepala Desa Pelemwatu Sukayin, Ketua Formagam Gresik Djoko Pratomo, serta warga RW 08.
Ketua RW 08 Perumahan Swan Menganti Mas Regency, Danu Suprapto, menjelaskan bahwa ide pembuatan biogas berawal dari persoalan penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS). Warga kemudian berdiskusi dengan tim CSR PT PLN NP UP Gresik untuk mencari solusi pengelolaan sampah yang sekaligus memiliki nilai ekonomi.
“Kita berpikir bagaimana sampah itu tidak terlalu menjadi beban pemerintah dan sampah itu juga ada manfaatnya buat masyarakat,” ujar Danu.
Sebelum mengembangkan instalasi biogas, warga RW 08 telah mengelola bank sampah untuk sampah plastik dan kardus. Pemilahan yang lebih terarah dinilai mampu meningkatkan nilai jual sampah.
“Kalau di ombeng kita cuma dijual secara gelondongan, dihargai sekitar Rp2.000 per kilogram. Setelah diajari cara menjual sampah melalui mitra PLN, tutup botol bisa Rp4.500 per kilogram dan botolnya sekitar Rp4.000. Jadi secara pendapatan kami mendapatkan keuntungan dua kali lipat,” jelasnya.
Pengelolaan kemudian dikembangkan pada sampah organik yang diolah menjadi bahan bakar biogas. Gas tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk mengoperasikan generator pembangkit listrik.
“Ketika gas digunakan sebagai bahan bakar genset, nantinya bisa menghidupkan generator. Energinya disimpan ke baterai dan baterai tersebut bisa digunakan untuk lampu PJU,” kata Danu.
Selain menghasilkan energi, proses pengolahan sampah organik tersebut juga menghasilkan pupuk organik. Produk ini rencananya akan dikembangkan bersama karang taruna dengan melibatkan anak-anak difabel.
Baca juga: Lewat Program Semar Watu Sejahtera Mandiri Lestari, PLN NP UP Gresik Sabet Gold Award ISRA 2026
Manager Business Support PT PLN NP UP Gresik, Sukarno, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program pengelolaan sampah yang ramah lingkungan tersebut.
“Ini merupakan komitmen kami untuk terus mengembangkan energi hijau dan lestari sejalan dengan visi dan misi perusahaan,” ujar Sukarno.
Inovasi berbasis komunitas tersebut mendapat sambutan positif dari jajaran legislatif dan pemerintah daerah. Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan, mengapresiasi keberhasilan warga dalam mengolah sampah menjadi sumber energi.
“Saya mengapresiasi dan mensupport. Ini adalah langkah awal sebagai contoh terkait biogas tadi dan ini nanti bisa dikembangkan di seluruh Kabupaten Gresik,” ujar Mujid.
Dukungan juga disampaikan Anggota DPR RI, Andi Firasadi, yang berkomitmen membantu perlindungan karya inovasi tersebut.
Baca juga: Perkuat Pengelolaan Sampah, Kabupaten Gresik Terpilih Jadi Percontohan Proyek InCircular
“Kami akan bantu mengenai HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) dari program inovasi ini agar ke depannya bisa terus berkembang dan bermanfaat. Selain itu, nantinya pelopor inovasi ini (Danu Suprapto) akan saya ajak berkeliling untuk memaparkan inovasi ke masyarakat luas,” jelas Andi.
Sementara itu, Camat Menganti, Bagus Jauhari, berharap model pengolahan sampah menjadi biogas tersebut dapat direplikasi di wilayah lain.
“Harapan kami ilmu itu tadi bisa ditularkan, kemudian CSR-CSR yang lain juga bisa dihimpun dan ditularkan ke masing-masing desa. Secara teknis pengelolaan biogas ini sangat luar biasa manfaatnya,” ungkap Bagus.
