INFOGRESIK — Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan Gresik menggandeng Ceria Family Day (CFD) Perumahan Pondok Permata Suci (PPS) yang dinaungi Komunitas Pelopor Usaha Gresik (KPUG) menggelar kegiatan pemberdayaan ekonomi di Swanlake, PPS, Manyar, Gresik, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan 40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengusung konsep unik bertajuk “Bela, Beli, Bagi”. Seluruh fasilitas dan pendanaan kegiatan ini didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam pelaksanaannya, setiap peserta mendapatkan bantuan dana sebesar Rp50.000 untuk dibelanjakan produk sesama pelaku UMKM yang hadir di lokasi. Konsep tersebut dirancang agar para peserta saling membeli produk, sehingga perputaran ekonomi dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh pelaku usaha lokal.
Baca juga: Gerakkan Ekonomi Rakyat, KPUG dan KWG Ajak 200 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Pasar
Ketua KPUG, M. Ismail Fahmi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguatan ekonomi dan pemasaran produk lokal, tetapi juga memberikan perlindungan jaminan sosial bagi para pelaku usaha.
“Semua peserta langsung terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk menjaga keselamatan dalam berusaha,” ujar Ismail.
Melalui kolaborasi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan dan KPUG berharap para pelaku UMKM di Gresik semakin tangguh, terlindungi secara sosial, serta mampu mendongkrak perekonomian kerakyatan secara berkelanjutan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gresik, Purwantono, menegaskan pentingnya kegiatan serupa dilaksanakan secara masif untuk memperluas jangkauan perlindungan bagi komunitas pekerja mandiri. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 anggota KPUG didaftarkan sebagai peserta dalam dua program perlindungan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
“Para pelaku usaha ini wajib terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan karena setiap pekerjaan pasti memiliki risiko,” ujar Purwantono.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuat UMKM di Gresik semakin tangguh dan terlindungi secara sosial, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan perekonomian kerakyatan secara berkelanjutan.
