INFOGRESIK — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menegaskan komitmennya dalam mendukung terwujudnya konstruksi berkelanjutan di Indonesia melalui promosi produk dan solusi bahan bangunan rendah emisi. Komitmen tersebut diperkuat lewat kolaborasi dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) dalam ajang Indonesia Green Building Festival 2026.
Rangkaian Indonesia Green Building Festival 2026 dijadwalkan berlangsung di lima kota besar, yakni Bandung (9 September 2026), Yogyakarta (14 September 2026), Makassar (24 September 2026), Denpasar (26 September 2026), dan Surabaya (29 September 2026).
Kegiatan ini bertujuan mendorong para pelaku industri untuk mengintegrasikan prinsip bangunan hijau (green building) dalam rencana pembangunan, khususnya dalam pemilihan bahan baku serta proses konstruksi.
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menekankan bahwa pembangunan gedung dan infrastruktur berkelanjutan membutuhkan penerapan prinsip secara nyata di lapangan, tidak sekadar berfokus pada standar maupun kerangka penilaian.
Baca juga: Ekspansi Global, SIG Targetkan Ekspor 450 Ribu Ton Semen Khusus ke Amerika Serikat
”Transisi menuju konstruksi rendah emisi membutuhkan kolaborasi seluruh rantai nilai, sekaligus ketersediaan solusi bahan bangunan untuk berbagai kebutuhan proyek. SIG mengambil peranan dengan menghadirkan inovasi produk dan solusi rendah emisi yang diproduksi dengan bahan baku dan proses yang ramah lingkungan,” kata Reni Wulandari di Patrajasa Yudistira Grand Ballroom, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Dalam penerapannya, SIG mengimplementasikan prinsip ekonomi sirkular pada proses produksi, salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif dari sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF), limbah industri, serta biomassa. Pemanfaatan ini mendorong thermal substitution rate (TSR) di pabrik-pabrik SIG mencapai level 25 persen.
Selain itu, SIG melakukan langkah aktif dalam transisi energi dengan menerapkan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui penggunaan panel surya dan optimalisasi gas panas buang (Waste Heat Recovery Power Generation/WHRPG).
Perusahaan juga menerapkan plant digitalization menggunakan plant optimizer untuk meningkatkan efisiensi biaya serta mengoptimalkan produksi.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, SIG menghasilkan semen hijau yang memiliki intensitas emisi lebih rendah hingga 38 persen dibandingkan semen konvensional, dengan kualitas yang tetap setara.
Baca juga: SIG Bagikan Dividen Rp190,8 Miliar dari Seluruh Laba Bersih Tahun Buku 2025
Sejumlah varian semen hijau SIG yang telah mengantongi sertifikasi Green Label, antara lain PwrPro dan MaxStrength Pro. SIG juga menyediakan produk beton inovatif seperti ThruCrete, SpeedCrete, DekoCrete, paving block berpori, hingga Bata Interlock Presisi yang ramah gempa dan tahan api.
Reni Wulandari menambahkan, keberlanjutan bukan lagi sebuah pilihan, tetapi keharusan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Pada aspek bisnis, SIG menilai keberlanjutan sebagai keunggulan di tengah kondisi industri yang kompetitif.
“Produk-produk SIG juga telah tersertifikasi SNI dan mengandung komponen dalam negeri (TKDN) tinggi lebih dari 90 persen. Dengan semua keunggulan yang dimiliki, produk SIG memiliki daya saing di level nasional bahkan global,” ujar Reni Wulandari.
