INFOGRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengukir prestasi di dua ajang tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar secara bersamaan pada Rabu (29/7/2026). Komitmen di bidang pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan keluarga yang diusung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuahkan hasil melalui penghargaan pada Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 di Tuban serta Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Malang.
Pada Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang berlangsung di Pantai Panduri, Kabupaten Tuban, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima penghargaan sebagai Pembina Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Kabupaten Gresik. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan diterima oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang mewakili Bupati.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menjaga ekosistem mangrove seluas 3.921,18 hektare yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Gresik.
“Penghargaan ini diberikan kepada Gus Yani sebagai bentuk apresiasi atas komitmen beliau dalam pembinaan, perlindungan, dan pengelolaan ekosistem mangrove di Gresik. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menjaga apa yang sudah dibangun,” ujarnya.
Menurut Alif, pengelolaan mangrove di bawah kepemimpinan Gus Yani tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga keberlanjutan ekosistem serta kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Bagi Gus Yani, mangrove bukan sekadar tanaman yang kita tanam kemudian selesai. Ada ekosistem yang harus kita jaga, ada masyarakat pesisir yang kehidupannya berkaitan dengan kawasan ini, dan ada masa depan lingkungan yang harus kita pastikan tetap baik,” tuturnya.
Ia menegaskan, keberhasilan menjaga kawasan mangrove membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
“Penghargaan ini untuk Gus Yani, tetapi semangat menjaganya adalah semangat kita bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus dilibatkan karena masyarakat pesisir adalah bagian penting dari ekosistem itu sendiri,” katanya.

“Gus Yani sudah menunjukkan komitmen. Tugas kami adalah melanjutkan dan memperkuat komitmen itu. Karena ketika kita menjaga mangrove, sesungguhnya kita sedang menjaga pesisir Gresik, menjaga kehidupan masyarakat, dan menyiapkan lingkungan yang lebih baik bagi generasi berikutnya,” imbuh Alif.
Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah, Hanifah Dwi Nirwana, turut mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove.
“Keberhasilan pengelolaan mangrove juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat,” ujarnya.
“Mari kita jaga, pulihkan, dan lestarikan mangrove bersama. Karena menjaga mangrove berarti menjaga pesisir, menjaga kehidupan, dan mengamankan masa depan generasi Indonesia,” tambah Hanifah.
Sementara itu, di Kabupaten Malang, Gresik juga berhasil memboyong lima penghargaan pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Provinsi Jawa Timur yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang.
Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak didampingi Arumi Bachsin kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani.
Baca juga: Bersama Wilmar Nabati, DLH Gresik Tanam 1.000 Mangrove di Kawasan Pesisir
Lima penghargaan tersebut meliputi komitmen inovasi program unggulan bupati, pembentukan TPA/TAMASYA (Tempat Penitipan Anak/Taman Asuh Sayang Anak) jalur pemerintah, capaian peserta KB di atas 100 persen, peta jalan pembangunan kependudukan, serta inovasi program unggulan Ketua TP PKK Kabupaten Gresik.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengapresiasi peran kader dan Tim Pendamping Keluarga yang selama ini menjadi ujung tombak pendampingan masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader dan Tim Pendamping Keluarga yang selama ini menjadi ujung tombak dalam mendampingi masyarakat,” ujarnya.
Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, Emil menekankan bahwa kehadiran ayah tidak hanya secara fisik, tetapi juga emosional.
“Hari ini sangat mungkin kita berada di rumah, tetapi masing-masing sibuk dengan dunianya sendiri. Kehadiran ayah harus benar-benar dirasakan oleh anak-anak,” terangnya.
Atas capaian tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mempersembahkan penghargaan yang diterima kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gresik.
Baca juga: TPA Masmundari Gresik Tuai Apresiasi Menteri PPPA, Dinilai Jadi Bukti Nyata Kepedulian Pemkab Gresik
“Apresiasi dan penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur ini untuk masyarakat Kabupaten Gresik. Mudah-mudahan inovasi dan program unggulan seperti TPA/TAMASYA Masmundari ini terus memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Bupati Yani menegaskan, penguatan keluarga juga menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
“Upaya percepatan penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat. Terima kasih juga kepada Tim Penggerak PKK yang telah membantu pemerintah dalam memaksimalkan TPA/TAMASYA Masmundari serta pengawasan menu MBG bagi anak-anak yang telah berjalan baik di setiap dapur SPPG di Kabupaten Gresik,” tandasnya.
