INFOGRESIK – Imam Syaifudin, SH, kembali dipercaya memimpin DPC FSP LEM SPSI Kabupaten Gresik untuk masa bakti 2026–2031. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VIII DPC FSP LEM SPSI Kabupaten Gresik yang digelar di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Gresik, Sabtu (8/8/2026).
Muscab VIII yang mengusung tema “Perkuat Organisasi, Tingkatkan Kompetensi, Wujudkan Kesejahteraan Pekerja di Era Transformasi Industri” ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi, evaluasi, sekaligus menyusun arah perjuangan organisasi di tengah dinamika ketenagakerjaan.
Usai kembali mendapatkan kepercayaan dari jajaran organisasi, Imam Syaifudin yang juga berstatus sebagai anggota DPRD Gresik menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kepentingan para pekerja.
“Ini bukan sekadar amanah untuk memimpin organisasi, tetapi juga tanggung jawab untuk terus memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan pekerja. Ke depan, kami akan memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kompetensi anggota, serta membangun hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan,” ujar Imam.
Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi organisasi di tengah perkembangan teknologi dan era transformasi industri.
“Kita harus tetap solid, kompak, dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Yang paling utama adalah bagaimana FSP LEM SPSI hadir dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota serta pekerja di Kabupaten Gresik,” tegasnya.
Dukungan dan apresiasi atas terpilihnya kembali Imam Syaifudin turut disampaikan Ketua DPD FSP LEM SPSI Jawa Timur, Muadji Santoso, SH.
“Kami mengucapkan selamat kepada Saudara Imam Syaifudin, SH, yang kembali mendapatkan amanah untuk memimpin DPC SP LEM SPSI Kabupaten Gresik. Kepercayaan ini tentu harus dijawab dengan kerja nyata, konsolidasi organisasi, dan perjuangan yang semakin kuat demi kepentingan pekerja serta bertambahnya jumlah anggota,” ujarnya.
Baca juga: Kawal Buruh Hingga Tengah Malam, Perjuangan Dewan Imam Syaifudin di Balik Ketok Palu UMK Gresik 2026
“Di tengah perubahan dan transformasi industri, organisasi harus semakin solid dan mampu beradaptasi. Kami berharap DPC SP LEM SPSI Gresik di bawah kepemimpinan Imam Syaifudin dapat terus bersinergi dengan seluruh pihak, namun tetap konsisten memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja,” lanjut Muadji.
Sementara itu, Ketua Sidang Muscab VIII, Nur Yatim, SH, mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan kegiatan telah berjalan tertib dan sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.
“Muscab ini merupakan forum tertinggi di tingkat cabang untuk melakukan evaluasi sekaligus menentukan arah organisasi ke depan. Seluruh proses telah dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi,” ujar Nur Yatim.
“Kami berharap dengan terpilihnya kembali Saudara Imam Syaifudin, organisasi ke depan semakin solid, semakin kuat, dan mampu memperjuangkan kepentingan serta kesejahteraan seluruh anggota dan pekerja di Kabupaten Gresik,” tegasnya.
Baca juga: Industri Gresik Utara Tumbuh Pesat, Bagaimana Nasib Pekerja Lokal?
Muscab VIII turut dihadiri berbagai tokoh dan pemangku kepentingan. Selain pengurus DPC SP LEM SPSI Kabupaten Gresik dan perwakilan Forkopimda Kabupaten Gresik, hadir pula Ketua DPP KSPSI M. Jumhur Hidayat, M.Si., perwakilan DPP LEM SPSI P. Ali Muchsin, Ketua MPO LEM SPSI Ir. Idrus, MM, Ketua DPD KSPSI Jawa Timur H. Ahmad Fauzi, SH, M.Hum., serta Ketua DPD LEM SPSI Jawa Timur Muadji Santoso, SH.
Turut hadir perwakilan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, perwakilan manajemen perusahaan, Ketua DPC LEM SPSI se-Jawa Timur, serta pimpinan SPSB se-Kabupaten Gresik. Kehadiran para pihak tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara serikat pekerja, pemerintah, dan dunia industri dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan kondusif di Kabupaten Gresik.
