INFOGRESIK – Pasca pendaftaran pasangan Cabup-Cawabup Gresik Fandi Akhmad Yani dan dr. Asluchul Alif ke kantor KPU Gresik dengan didukung seluruh partai di kota Pudak, muncul pesan berantai berisikan Bakal Calon Bupati Gresik Muhammad Syahrul Munir yang mundur dari konstestasi Pilkada.
Dalam pesan yang tersebar, politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berjuang bersama dirinya.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat, keluarga besar, kepada PKB sebagai pengusung utama, beberapa partai pendukung, para kyai dan bu nyai, serta jaringan relawan dan simpatisan dari berbagai elemen yang sudah berjuang hingga saat ini,” tulis pemuda asal Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar itu.
Disampaikan Syahrul, alasan dirinya mundur saat memasuki masa pendaftaran dikarenakan hingga saat ini tidak ada pasangan Cawabup yang mau maju bersamanya.
“Secara berat hati saya sampaikan bahwa saya tidak kunjung mendapatkan pasangan Calon Wakil Bupati sebagai syarat mutlak pendaftaran ke KPU. Sejak awal, saya menerima mandat tugas dari PKB pada 12 Juni 2024, hingga per pukul 02.00 WIB tadi saya belum juga mendapatkan sosok yang dimaksud, sehingga saya harus menyerahkan kembali mandat tugas saya kepada PKB dan beberapa partai pengusung,” terangnya.
Menurutnya, dinamika politik di Gresik cukup berat. Selama masa sosialisasi dalam kurun 4 bulan terakhir, dirinya merasakan secara langsung bahwa masyarakat menginginkan perubahan dalam hal tatanan kebijakan, namun keadaan politik terakhir ini tentu memerlukan pertimbangan dan sikap secara rasional.
“Saya berharap suatu saat muncul pemimpin-pemimpin yang siap dan berani sehingga demokrasi di Gresik bisa berjalan secara ideal,” ujarnya.
“Perjuangan ini tidak bisa dikerjakan sendiri, semua elemen masyarakat harus terlibat secara penuh jika memang benar-benar mencintai Kabupaten Gresik,” imbuh anggota DPRD Gresik ini.
Sementara, Sekretaris DPC PKB Gresik Imron Rosyadi membenarkan bila tulisan permohonan maaf yang tersebar merupakan buatan dari Syahrul Munir. “Iya (tulisan Syahrul,red),” jawabnya singkat.
