INFOGRESIK — PT Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Gresik mencatat realisasi arus barang sebesar 2.288.524 ton/m³ hingga periode Juni 2026. Capaian tersebut disampaikan dalam acara Coffee Morning dan Silaturahmi bersama Media yang digelar di Ruang Rapat Lantai II Kantor Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, Kamis (6/8/2026).
Total arus barang tersebut ditopang oleh tiga kategori komoditas utama. Komoditas general and bag cargo mendominasi dengan volume mencapai 1.255.138 ton/m³. Sementara itu, komoditas curah kering menyumbang 599.354 ton, sedangkan curah cair mencapai 434.032 ton.
Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, Sutopo, mengatakan dinamika perdagangan global menjadi tantangan tersendiri terhadap kinerja operasional pada semester pertama 2026.
Baca juga: Sinergi KPPU–APBMI Gresik, Perkuat Iklim Usaha Pelabuhan yang Sehat dan Kompetitif
“Pada periode Januari hingga Juni 2026, terjadi penurunan permintaan ekspor komoditas 2EH dan IBA ke China oleh salah satu perusahaan di Gresik. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya biaya logistik global serta ketidakpastian geopolitik. Di sisi lain, pembeli di China juga secara selektif mengurangi volume impor di tengah melimpahnya stok domestik mereka,” ujar Sutopo.
Meski demikian, dari sisi efisiensi pemanfaatan fasilitas pelabuhan, kinerja operasional menunjukkan tingkat penggunaan yang cukup tinggi. Tingkat keterisian dermaga atau Berth Occupancy Ratio (BOR) di Pelabuhan Gresik tercatat mencapai 85,55 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 65 persen. Sementara itu, tingkat penggunaan lapangan penumpukan atau Yard Occupancy Ratio (YOR) terealisasi sebesar 48,50 persen.
Sutopo menambahkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan keandalan layanan operasional sekaligus mengatasi berbagai tantangan teknis di lapangan, termasuk pendangkalan kolam pelabuhan yang memengaruhi proses lepas sandar kapal di sejumlah dermaga.
Baca juga: Terungkap di Gresik, Ujung Jaringan Illegal Logging Mentawai yang Merugikan Negara Ratusan Miliar
Untuk memperlancar arus barang sekaligus meningkatkan efisiensi layanan logistik, Pelindo Multi Terminal Branch Gresik juga mengakselerasi digitalisasi sistem operasional. Saat ini, operasional pelabuhan telah terintegrasi dengan Ekosistem Logistik Nasional (NLE) melalui penerapan aplikasi Phinnisi untuk pelayanan kapal serta sistem PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose) guna mengotomatisasi pelayanan barang nonpeti kemas.
“Melalui modernisasi alat dan digitalisasi sistem PTOS-M, kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan operasional yang transparan, efektif, dan terintegrasi bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan,” pungkas Sutopo.
