INFOGRESIK – Puluhan emak-emak di Desa Cagak Agung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengikuti lomba tumpeng nasi kuning Nusantara pada Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Cagak Agung ini digelar dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi Muhammad.
Lomba yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah ini diikuti oleh peserta dari 8 RT di desa setempat. Mayoritas peserta diketahui berprofesi sebagai penjual nasi kuning usaha rumahan.
Selain untuk menyemarakkan peringatan hari besar, ajang ini digelar sebagai upaya meningkatkan omzet penjualan nasi kuning warga agar lebih sejahtera.
Baca juga: Lomba Tumpeng Kelurahan Trate Bisa Jadi Peluang Bisnis bagi Ibu-ibu
Dalam kompetisi ini, kreativitas peserta diuji melalui berbagai bentuk tumpeng Nusantara, mulai dari bentuk masjid, kapal, hingga ornamen khas daerah.
Tumpeng nasi kuning tersebut dilengkapi beragam lauk seperti ikan kakap, ikan bandeng, ayam, urap-urap, hingga tempe kering.
Untuk membuat satu tumpeng, peserta membutuhkan waktu 5 hingga 6 jam dengan dana pembuatan berasal dari kas RT masing-masing sebesar Rp600 ribu. Setelah dinilai juri, tumpeng boleh dibawa pulang oleh peserta.
Proses penjurian dilakukan secara terbuka dan disaksikan para suami serta warga sekitar. Penilaian meliputi keseimbangan bentuk tumpeng, kematangan nasi, serta rasa.
Eka Rahmawati, peserta dari RT 2 RW 2, mengaku sengaja mengikuti lomba ini dengan harapan omzet penjualan tumpeng nasi kuning bisa meningkat. Bersama timnya, Eka sudah tiga kali mengikuti lomba serupa dan pernah meraih juara harapan.
Baca juga: Lomba Buat Menu Stunting, Cara PKK Desa Pongangan Manyar Semarakkan HUT RI
“Temanya siji gawe loro gawe, nasi kuning lauknya ayam lodeh, perkedel, tempe. Sudah tiga kali ikut lomba, pernah juara harapan. Tahun ini kami optimistis juara satu,” kata Eka.
Hal senada disampaikan Ketua PKK Desa Cagak Agung, Titik Darmayanti. Menurutnya, lomba ini digelar untuk menguji kelayakan rasa nasi kuning yang menjadi usaha rumahan warga.
“Lomba tumpeng dalam rangka HUT kemerdekaan RI, dan Maulid Nabi Muhammad. Ada delapan peserta semuanya maksimal, ada juri, biar juri yang menilai juaranya,” ujarnya.
Sementara itu, juri lomba, Titik Wulandari, menjelaskan kriteria utama penilaian dalam ajang ini.
“Ada delapan RT yang ikut lomba, enak itu tergantung selera,” ungkapnya.
Ia mengaku sudah mengantongi nama pemenang, namun hasilnya masih dirahasiakan oleh panitia hingga pengumuman resmi disampaikan.
Melalui gelaran ini, para emak-emak di Desa Cagak Agung berharap omzet usaha nasi kuning mereka dapat mengalami peningkatan signifikan demi menunjang kesejahteraan keluarga.
