INFOGRESIK — PT Petrokimia Gresik kembali menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dan kepedulian sosial di bidang pendidikan dan lingkungan. Berkolaborasi dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia melalui Senam Sehat Ceria dan Jalan Sehat, Petrokimia Gresik meresmikan sekaligus mendampingi peluncuran program Green Sustainable School di UPT SDN 4 Petrokimia Gresik, Sabtu (15/8/2026).
Dalam program ini, PT Petrokimia Gresik menyerahkan bantuan fasilitas berupa satu set Rumah Kompos Terpadu yang dilengkapi dua unit mesin pencacah daun modern, delapan drum komposter, aktivator pembuat kompos Petro Gladiator, serta sarana tempat sampah terpilah dari sumbernya.
Tak hanya itu, Petrokimia Gresik juga memfasilitasi pelatihan pemilahan dan pengolahan sampah bagi 100 wali murid, para siswa, hingga tenaga pendidik.
Senior Vice President (SVP) Umum PT Petrokimia Gresik, Sefin Martadjaja, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan wujud nyata perusahaan dalam mendorong pendidikan lingkungan berbasis praktik langsung sejak dini.
“Kesadaran menjaga bumi harus dibentuk melalui pembiasaan sejak usia sekolah. Melalui fasilitas Rumah Kompos, drum komposter, dan mesin pencacah yang kami hadirkan, seluruh timbunan sampah organik di lingkungan sekolah kini dapat diolah secara mandiri menjadi pupuk kompos bernilai guna,” ujar Sefin.
Sefin menambahkan, ke depan Petrokimia Gresik juga berencana mendukung langkah dekarbonisasi di lingkungan sekolah melalui penyediaan dan pemanfaatan energi listrik terbarukan berbasis panel surya (solar panel).
Dukungan komprehensif dari perusahaan manufaktur pupuk ini mendapat apresiasi mendalam dari Kepala UPT SDN 4 Petrokimia Gresik, Suci Handarini. Menurutnya, kontribusi PT Petrokimia Gresik di bawah komando tim lingkungan perusahaan sangat berdampak nyata bagi pembinaan karakter siswa.
“Kami mendapatkan paket fasilitas Rumah Kompos yang sangat komplit dan luas, dilengkapi dengan pelatihan bagi 100 wali murid, anak-anak, dan guru. Ini adalah dukungan paket komplit yang luar biasa dan jarang diterima sekolah lain. Bantuan ini menjadi pendorong bagi kami untuk terus mengelola sampah secara mandiri,” ungkap Suci.
Kehadiran PT Petrokimia Gresik juga menuai pujian dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Sri Subaidah. Ia menilai Petrokimia Gresik berhasil memberikan contoh program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berorientasi pada keberlanjutan (sustainability), bukan sekadar bantuan sesaat (charity).
“Saya sangat mengapresiasi PT Petrokimia Gresik karena program yang diberikan tidak hanya bersifat charity. Selain bantuan fisik seperti komposter dan sarana penunjang, Petrokimia Gresik juga memberikan pembinaan berkelanjutan dan pembentukan Duta Lingkungan. Ini sangat membantu penanganan sampah dari hulunya,” tegas Sri Subaidah.
Melalui program pendampingan dan penyerahan sarana ini, PT Petrokimia Gresik berharap kebiasaan bijak mengelola sampah dan menjaga kelestarian lingkungan dapat tertanam kuat pada diri siswa, sekaligus memberikan dampak positif bagi pengurangan beban sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kabupaten Gresik.
