INFOGRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik meminta masyarakat aktif melaporkan wilayah yang mengalami krisis air bersih selama musim kemarau. Imbauan tersebut disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menyalurkan bantuan 20.000 liter air bersih kepada warga Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Rabu (26/8/2026).
Bupati Yani mengatakan, Pemkab Gresik telah menyediakan sejumlah kanal pengaduan agar laporan masyarakat terkait kebutuhan air bersih dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami butuh informasi dari masyarakat Gresik, kecamatan atau desa mana yang membutuhkan air bersih. Bisa melalui 112, Lapor Gus di 0812-3225-4001, atau melalui pemerintah desa. Kepala desa bisa berkoordinasi dengan kecamatan untuk melaporkan kebutuhan air bersih di wilayahnya,” ujar Bupati Yani saat berada di Desa Tenggor.
Berdasarkan pemetaan BPBD Gresik, terdapat 62 desa di 11 kecamatan yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Gresik menyiapkan lima armada tangki serta tambahan anggaran untuk distribusi hingga 450 tangki air.
Baca juga: Pemkab Gresik Buka Kanal Aduan “Lapor GUS” di WhatsApp, Warga Bisa Sampaikan Keluhan hingga Aspirasi
Kepala BPBD Gresik Sukardi memastikan armada pendukung siap dikerahkan berdasarkan laporan kebutuhan dari masyarakat.
“BPBD sudah memetakan 62 desa dari 11 kecamatan yang berpotensi kekurangan air bersih. Untuk mendukung penanganan, kami sudah menyiapkan lima armada tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter,” ujar Sukardi.
Pemkab Gresik juga menggandeng Baznas dan PMI Gresik untuk memperluas jangkauan penanganan krisis air bersih di permukiman warga.
“Insyaallah tahun ini kita lebih siap, termasuk secara anggaran. Armada juga nanti bisa kita kolaborasikan. BPBD punya lima truk tangki, PMI Gresik juga punya anggaran dan infrastruktur truk operasional. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi kemarau panjang ini,” kata Bupati Yani.
Selain penyaluran air bersih, Pemkab Gresik juga melakukan mitigasi jangka panjang dengan menormalisasi waduk dan saluran air. Upaya tersebut didukung 12 alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.
Baca juga: Antisipasi Kemarau Lebih Awal, Bupati Gresik Instruksikan Jajaran Siaga Krisis Air Bersih
“Waduk juga sedang kita kerjakan. Seperti yang disampaikan Pak Kades, di Dohoagung, Kedungpring itu juga sedang kita kerjakan waduknya karena musim kemarau ini sudah dangkal. Kita normalisasi untuk persiapan ketika musim penghujan, supaya debit air yang tertampung cukup banyak,” ungkapnya.
Bupati Yani kembali mengingatkan masyarakat agar tidak segan menyampaikan laporan terkait persoalan air bersih, baik akibat kekeringan maupun gangguan distribusi perpipaan.
“Kami butuh masukan, butuh informasi untuk disampaikan langsung. Desa mana, dusun mana, kecamatan mana. Tidak perlu khawatir, anggarannya juga kami siapkan sampai akhir tahun. Mudah-mudahan musim kemarau ini bisa kita lewati bersama,” tutur Bupati Yani.
