INFOGRESIK – Aroma kaldu sapi yang gurih dan pekat menyeruak hangat di sudut Jalan Awikoen, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik. Dari dalam panci besar yang terus mengepulkan uap, sesendok demi sesendok kuah kaya rempah disiramkan ke atas mangkuk berisi potongan kikil kaki sapi yang empuk.
Bagi masyarakat Kota Pudak, racikan ini bukan sekadar hidangan peningkat selera makan, melainkan mesin waktu yang membawa mereka melintasi memori lintas generasi.
Soto Kikil Pakeh, begitu kuliner legendaris ini dikenal. Usaha kuliner rumahan tersebut telah menancapkan jejaknya sejak era 1970-an dan hingga kini tetap setia merawat resep warisan keluarga.
Baca juga: Sate Laler Pojok Lowayu: Kuliner Olahan Daging Kambing Khas Tujuh Generasi di Sudut Dukun Gresik
Aspiyati, sosok generasi ketiga pengelola Soto Kikil Pakeh, mengenang jelas bagaimana kisah panjang kuliner tersebut bermula. Sang ayah merintis usaha ini pertama kali di kawasan Jalan Raden Santri puluhan tahun silam.
“Dulu mulai jualan waktu itu saya masih SD. Saya ini generasi ketiga dan saat ini dilanjutkan anak saya,” kenang Aspiyati dengan senyum hangat.
Rahasia daya pikat Soto Kikil Pakeh terletak pada konsistensi pengolahan bahan dasarnya. Kuah kaldunya diolah secara murni dari rebusan tulang dan kikil asli kaki sapi tanpa kompromi terhadap cita rasa.
Keotentikan rasa tersebut dipadu dengan harga yang terjangkau. Cukup merogoh kocek Rp16 ribu, pelanggan sudah bisa menikmati semangkuk soto kikil lengkap dengan lontong atau nasi.
Meski demikian, perjalanan Soto Kikil Pakeh tak selalu berjalan mulus. Usaha ini sempat vakum dan berhenti beroperasi selama hampir 10 tahun. Hingga akhirnya pada 2020, di tengah tantangan pandemi Covid-19, dapur Soto Kikil Pakeh kembali mengepulkan asapnya untuk menyapa para pelanggan setia.

“Dalam sehari, sekitar 50-60 porsi bisa habis. Waktu Covid dulu buka lagi setelah vakum lama, kuliner ini juga bisa dipesan melalui layanan ojek daring,” ujar Aspiyati.
Kini, di lokasi barunya di Jalan Awikoen, estafet usaha tersebut mulai bertransisi memasuki generasi keempat.
Bagi para penikmatnya, dibukanya kembali Soto Kikil Pakeh ibarat mengobati rasa rindu yang telah lama terpendam. Ricke Mayumi, salah satu pelanggan setia, mengaku sengaja datang untuk kembali merasakan kehangatan racikan soto yang pernah mengisi masa kecilnya.
“Dulu sejak kecil sudah langganan karena sering diajak orang tua ke sini. Rasanya masih otentik, jadi seperti nostalgia,” ungkap wanita yang juga merupakan Anggota DPRD Gresik dan akrab dijuluki Srikandi UMKM tersebut, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Ricke, keberadaan kuliner legendaris seperti Soto Kikil Pakeh merupakan bagian dari identitas budaya dan kekayaan UMKM Gresik yang patut dijaga keberlangsungannya agar tidak tergerus zaman.
Baca juga: Mengenal Warkop Makju, Legenda Kopi Gresik Utara yang Cita Rasanya Sampai ke Tanah Suci
“Tentu dengan cara membeli dagangan mereka maka kuliner legendaris ini akan tetap ada dan dijual,” tutupnya.
Semangkuk Soto Kikil Pakeh kini bukan lagi sekadar urusan mengenyangkan perut. Di setiap seruputan kuahnya, tersimpan jejak sejarah, kerja keras antar-generasi, serta kerinduan akan kehangatan rumah yang terus dirawat agar tak padam oleh waktu.
Selain soto kikil, tempat ini juga menyediakan menu soto ayam bagi pelanggan.
