INFOGRESIK – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen Kabupaten Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Sabtu (1/8/2026).
SRT Kabupaten Gresik dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan kapasitas 405 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Selain itu, terdapat 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik.
Dalam kunjungannya, Khofifah mengapresiasi konsep dan fasilitas pendidikan terpadu yang dinilainya sangat representatif.
“Di mana ada sekolah swasta maupun negeri, SD, SMP, SMA dengan aula seluas ini? Menurut saya sangat convenient,” ujar Khofifah.
Baca juga: Tampung 405 Siswa Prasejahtera, Sekolah Rakyat Terintegrasi Permanen Gresik Resmi Dibuka Bupati Yani
Menurutnya, keterpaduan fasilitas dan pola pengasuhan di sekolah tersebut menjadi nilai tambah dalam membentuk karakter para siswa.
“Ada proses di mana ada laporan dari kakak wali kelas. Menurut saya membangun pembelajaran bersama tentang kedisiplinan itu bukan sesuatu yang sederhana. Secara konsep ini luar biasa. Carilah sekolah negeri maupun swasta yang memiliki ruang-ruang seperti ini dalam satu bangunan yang terintegrasi, maka itulah yang disebut Sekolah Rakyat Terintegrasi,” lanjutnya.
Di samping mengapresiasi sarana yang tersedia, Khofifah juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
“Pesan saya kepada kepala sekolah, jaga jangan sampai ada perundungan. Anak-anak SD kelas satu ini kan cenderung menerima, masih powerless, itu yang membutuhkan pendampingan,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Gubernur Jawa Timur meminta pihak sekolah menghadirkan psikolog secara berkala untuk memantau kondisi mental para siswa.
“Saya minta paling tidak sebulan sekali menghadirkan psikolog yang akan melakukan pendampingan dan dialog dengan anak-anak SD. Tentu apa yang mereka rasakan berbeda dengan siswa SMP dan SMA,” katanya.
Baca juga: Buka Pasar Murah di Raci Tengah Sidayu, Gubernur Khofifah: Jaga Keterjangkauan Pangan Warga
Khofifah meyakini pemerataan akses pendidikan yang berkualitas dan ramah anak merupakan strategi paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya rasa inilah cara paling efektif di dunia untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ucapnya.
Selain meninjau berbagai fasilitas, Khofifah juga mencairkan suasana dengan mengajak ratusan siswa mengibarkan bendera Merah Putih sambil menyanyikan lagu kebangsaan bersama sebagai bentuk menumbuhkan semangat nasionalisme.
