INFOGRESIK – Perumda Giri Tirta Kabupaten Gresik terus berpacu dengan waktu untuk menangani kebocoran pipa HDPE berdiameter 630 milimeter di Jalan Raya Daendels, Manyar, tepatnya di dekat gerbang masuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE.
Perbaikan yang dimulai pada Sabtu (7/2/2026) pukul 13.00 WIB tersebut diperkirakan berdampak pada distribusi air bersih di wilayah kota dan sekitarnya selama dua hari ke depan.
Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik, Kurnia Suryandi, mengungkapkan bahwa estimasi pengerjaan hingga normalisasi suplai air diperkirakan memakan waktu 2 x 24 jam. Namun, faktor cuaca menjadi variabel krusial yang dapat memengaruhi kecepatan pekerjaan di lapangan.
“Estimasi pengerjaan akan selesai 2 x 24 jam. Kami sangat berharap cuaca mendukung dan tidak terjadi hujan di lokasi pengerjaan agar proses perbaikan pipa bisa berjalan lancar sesuai target yang ditentukan,” ujar Kurnia.
Untuk meringankan beban pelanggan di wilayah yang mengalami henti distribusi total, Perumda Giri Tirta telah menyiapkan langkah darurat. Manajemen berkomitmen mendistribusikan bantuan air bersih menggunakan armada tangki secara bertahap ke wilayah-wilayah terdampak.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Sebagai kompensasi dan bentuk pelayanan, Perumda Giri Tirta bakal mendistribusikan air tangki untuk wilayah terdampak selama masa perbaikan berlangsung,” tambahnya.
Pekerjaan perbaikan pipa berdiameter besar tersebut berdampak langsung pada penurunan tekanan air, bahkan menyebabkan air tidak mengalir sama sekali di sejumlah kawasan industri dan permukiman padat penduduk.
Wilayah terdampak meliputi kawasan industri, antara lain Kawasan Maspion, Kawasan Wings, PT Suri Tani Pramuka, PT Liku Telaga, PT Garam, PT Sulvary, PT JB Koko, PT Oxzo, dan PT Smelting.
Selain kawasan industri, sejumlah permukiman warga juga terdampak, di antaranya Kecamatan Manyar, Desa Pongangan, Sukomulyo, Suci, Karimun Mas, Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Dinari, Giri Sedayu Pamungkas (GSP), sebagian wilayah Gresik Kota Baru (GKB), hingga kawasan perkotaan seperti Jalan Martadinata dan Jalan Gubernur Suryo.
Gangguan distribusi air juga dirasakan pelanggan di wilayah pesisir dan sekitarnya, meliputi Kelurahan Lumpur, Kroman, Kemuteran, Jalan Sindujoyo, Jalan KH Kholil, hingga Jalan Samanhudi.
