INFOGRESIK – Rasa haru bercampur bahagia dirasakan Nurhul Hudah usai menjadi satu di antara ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang berhasil mengikuti wisuda ke-46 tahun akademik 2024-2025, di Ballroom Graha Kartini Gresik, Selasa (18/2/2025).
Betapa tidak, remaja yang sehari-harinya bekerja sebagai satpam di UMG ini mengambil Prodi Manajemen dan mampu lulus hanya dengan waktu 3,5 tahun.
Tekad kuat dan kerja keras, membuat remaja asal Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih impian.
Nurhul Huda menyampaikan bahwa capaian prestasi yang dia raih tak lepas dari dukungan teman-teman kerjanya dan juga orang tuanya.
Pria berusia 26 tahun ini menceritakan awal perjuangannya. Ia selalu bermimpi bisa kuliah, namun keterbatasan biaya membuatnya harus menunda keinginan tersebut.
“Tujuh tahun lalu mulai bekerja menjadi Security di UMG dan Alhamdulillah uang hasil kerja saya buat berkuliah,” ungkapnya usai acara wisuda
Anak tunggal dari pasangan Subandi dan Sumilah ini harus berjuang membiayai kuliahnya, lantaran ayahnya sudah tidak bekerja akibat terkena PHK dan ibunya mengalami kesulitan dalam menenun kain batik.
Agar bisa lulus cepat, setiap hari Huda harus membagi waktu dengan cermat. Ia bekerja dari pagi hingga sore, kemudian menghadiri kelas malam di kampus.
Terkadang, rasa lelah menghampiri, terutama saat harus belajar untuk ujian setelah seharian berjaga. Namun, dukungan dari keluarga, teman, dan rekan kerja membuatnya terus bersemangat.
“Saya sering belajar di sela-sela waktu istirahat saat bekerja. Kadang, buku dan catatan saya bawa ke pos jaga,” kenangnya.
Hal serupa juga dirasakan wisudawan Dias Pipit Chusainy, yang berkuliah sembari bekerja bagian Industrial Relation Manager PT Indospring Gresik.
Pria asli Jalan Akim Kayat Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik dan kini tinggal di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas itu berhasil lulus Strata (S)2 Hubungan Industri hanya dalam waktu 18 bulan dengan IPK 3,93.
“Biasanya habis kerja langsung nongkrong atau pulang. Kalau kemarin habis kerja langsung ke kampus karena ambil kuliah sore,” ujar Dias.
Dia menyebut, perlu ada hubungan baik antara dunia pendidikan, khususnya UMG dengan dunia industri. Hal ini tak bisa dilepaskan karena Gresik adalah Kota Industri.
“UMG harus menggandeng industri. Buat penelitian untuk kemajuan Gresik,” ucapnya.
Ke depan, Dias berharap bekal ilmu pengetahuan selama kuliah tak hanya diterapkan saat bekerja, tetapi juga saat mengajar. “9 tahun lagi saya pensiun. Habis itu ingin jadi pengajar,” bebernya bersemangat.
Sementara, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik Nadhirotul Laily, S.Psi., M.Psi, Ph.D., Psikolog, menyampaikan pada wisuda kali ini pihaknya meluluskan sebanyak 630 wisudawan yang berasal dari Program Studi jenjang Diploma (D3), Sarjana (S1) serta Pascasarjana (S2).
“Kami yakin bahwa para wisudawan yang hadir hari ini akan mampu menjawab tantangan yang ada, karena kami telah berusaha secara optimal dan profesional memberikan pengalaman belajar pendidikan tinggi dengan penuh dedikasi,” katanya.
UMG, kata Rektor Laily, akan terus berupaya meningkatkan fasilitas dan layanan demi pendidikan terbaik. Hal ini terbukti dengan lahirnya tiga Profesor atau guru besar yang dimiliki UMG.
Rektor UMG juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan serta pimpinan UMG, atas segala dedikasi serta keikhlasannya dalam melaksanakan semua tugas.
“Kami memohon maaf jika dalam pelaksanaan pendidikan putra-putri Bapak/Ibu sekalian terdapat kekurangan, karena kami menyadari masih jauh dari kata sempurna,” tandasnya.
