INFOGRESIK – Jarum jam menunjukkan pukul 22.19 WIB ketika keheningan malam di Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo, pecah oleh sebuah insiden mobil terperosok di bahu jalan pada Sabtu (27/12/2025).
Bapak Adi mendapati kendaraannya tak berdaya setelah terperosok di bahu jalan RT 03 RW 01. Di tengah gelap dan sepinya jalanan desa, situasi tersebut tentu menjadi beban pikiran bagi siapa pun pemiliknya.
Alih-alih menunggu bantuan derek swasta yang mungkin memakan waktu lama, Adi, pemilik mobil, memutuskan untuk menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Pos Driyorejo.
Hanya butuh waktu lima menit bagi tim piket malam untuk bersiap. Meski tugas utama mereka sering kali berhadapan dengan si jago merah, panggilan penyelamatan (rescue) seperti ini dijawab dengan dedikasi yang sama.
Baca juga: Bukan Ular atau Kebakaran, Petugas Damkar Gresik Terjun Selamatkan Bola Voli yang Nyangkut di Atap
Enam personel, yakni M. Suroto, Gilang Alfiando, Angga Sukma, Yunianto, Ibnu Yazid, dan Ravinda Nur, langsung meluncur membelah dinginnya malam.
Pukul 22.55 WIB, deru mesin unit Panther dan kendaraan rescue Damkar tiba di lokasi. Mengandalkan penerangan seadanya dan keahlian teknis, para petugas mulai menyusun strategi. Mobil yang terperosok itu harus ditarik dengan presisi agar tidak mengalami kerusakan tambahan.
“Personel mengevakuasi mobil tersebut dengan cara ditarik menggunakan unit,” ungkap Perwira Piket, Bakti Darmawan, dalam laporan resminya.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 35 menit. Kerja keras tim di bawah sorot lampu unit operasional membuahkan hasil usai mobil berhasil kembali ke aspal jalan dengan aman tepat pada pukul 23.30 WIB. Tanpa kerugian materiil, tanpa korban luka, dan yang terpenting, Adi bisa kembali melanjutkan aktivitasnya dengan tenang.
Sepanjang Desember 2025 saja, angka penyelamatan (rescue) di Gresik melonjak drastis mencapai 114 kejadian, jauh melampaui angka kebakaran yang berjumlah 13 kejadian.
Dari mengevakuasi ular, melepas cincin yang macet, hingga menarik mobil yang terperosok di pinggir jalan desa, petugas Damkar kini telah bertransformasi menjadi “pahlawan serba bisa” yang siap siaga 24 jam.
