INFOGRESIK – Gelombang protes melanda Mapolres Gresik pada Rabu (2/9/2026) malam. Ratusan warga Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, mendatangi markas kepolisian tersebut dengan mengendarai mobil pikap dan sepeda motor. Mereka menuntut keadilan atas dugaan salah tangkap dan penganiayaan yang menimpa dua pelajar SMA berinisial W dan A.
Aksi massa yang bertahan hingga Kamis (3/9/2026) dini hari itu mendadak ramai dan viral di berbagai platform media sosial. Video yang memperlihatkan ratusan warga memadati area Mapolres Gresik tersebar luas hingga menyita perhatian warganet.
Emosi warga memuncak setelah dua pemuda asal desa mereka diduga ditangkap dan dianiaya oleh empat oknum polisi tanpa seragam terkait dugaan kasus narkoba. Akibat kejadian tersebut, kedua korban disebut mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
“Dua anak yang menjadi korban salah tangkap itu masih duduk di bangku SMA,” kata salah satu warga peserta aksi.
Aksi massa tersebut berawal dari insiden pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Kepala Desa Tenggor, Kowianto, mengungkapkan bahwa dugaan tindakan represif tersebut terjadi saat kedua korban tengah melintas di sebuah jembatan di desa setempat.
“Kejadiannya di dalam desa, kedua korban inisial W dan A saat itu berhenti di jembatan dan tiba-tiba didatangi dan ditangkap oleh empat oknum kepolisian, kedua korban juga sempat diborgol,” ujarnya.
Di hadapan pihak kepolisian, massa menegaskan tidak akan tinggal diam dan menuntut seluruh oknum yang diduga terlibat diproses sesuai hukum secara transparan.
“Warga menginginkan agar permasalahan ini dikawal secara transparan hingga tuntas, dan mendesak seluruh oknum kepolisian yang terlibat diproses secara hukum,” tegasnya.
Baca juga: Rumah Warga Balongpanggang Jadi Gudang Narkoba, Polisi Sita 6.000 Butir Pil Koplo Siap Edar
Ketegangan di Mapolres Gresik akhirnya mereda setelah perwakilan warga diterima untuk melakukan mediasi dan menyampaikan laporan resmi. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib usai mediasi. Meski demikian, warga menegaskan akan terus mengawal penanganan kasus tersebut.
“Kami apresiasi kinerja cepat pihak Polres Gresik dalam merespons aspirasi warga, dan warga juga berharap permasalahan ini dikawal secara transparan dan diusut hingga tuntas,” terang Kades.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Gresik belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan salah tangkap maupun aksi warga di Mapolres Gresik tersebut.
