INFOGRESIK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik akhirnya melakukan penahanan terhadap Joko Pristiwanto selaku Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) Diskoperindag Gresik atas kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana hibah pokir untuk Kelompok Usaha Menengah (KUM) tahun 2022.
Sejak Senin (14/10/2024) pukul 13.00 WIB, Joko yang sebelumnya mangkir dari panggilan, sudah datang ke Penyidik Kejari Gresik. Usai diperiksa selama beberapa jam, ia akhirnya ditahan dan dibawa ke Rutan Banjarsari sekitar pukul 17.30 WIB.
Joko menjadi tersangka ke 4 yang ditahan Kejari Gresik atas kasus korupsi di Diskoperindag Gresik. Sebelumnya Kejari Gresik sudah menahan mantan Kepala Diskoperindag Gresik Malahatul Fardah, penyedia barang Rian Febrianto, dan Kabid Koperasi dan UKM di Diskoperindag Gresik Fransiska Dyah Ayu Puspitasari.
Kajari Gresik Nana Riana mengatakan tersangka Joko selaku pejabat PPJB berperan dalam pembelian dan pemesanan barang yang akan diberikan kepada kelompok UMKM.
“Tetapi baik kualitas dan kuantitas yang diterima UMKM tidak sesuai sehingga ada selisih harga,” ujar Nana Riana.
Senada, Kasipidus Kejari Gresik Alifin N Wanda menyampaikan, tersangka Fransiska dan Joko dengan sengaja merencanakan mengambil keuntungan dari hibah pokir sebesar Rp 17,6 Milyar untuk 774 UMKM.
“Sudah ada rencana. Dalam hal ini ada kesengajaan dalam bentuk mens rea. Itu dilaksanakan di akhir tahun dengan waktu yang sangat mepet dengan jumlah yang sangat banyak,” ungkap Alifin.
Disampaikan Alifin, seharusnya pelaksanaannya itu bisa diberikan sesuai dengan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) dan surat pesanan.
“Ternyata yang diterima UMKM adalah barang-barang dan kualitas yang downgrade baik dari kuantitas maupun kualitas, nah di sini ada selisih harga,” terangnya.
