INFOGRESIK – Suasana ruang pertemuan di SMP YIMI Gresik pada Sabtu (20/12/2025) tampak lebih dinamis dari biasanya. Puluhan guru berkumpul, bukan untuk membahas rumus matematika atau tata bahasa, melainkan membedah strategi mengubah ruang kelas menjadi inkubator bisnis bagi para siswa.
Melalui seminar bertajuk “Strategi Mengembangkan Jiwa Entrepreneur Siswa”, SMP YIMI Gresik resmi memulai langkah berani. Sekolah menghadirkan dua pakar dari Sekolah Citra Berkat Citraland Surabaya, Adi Haryo Rosyamto dan Dikman Ardian, untuk menularkan semangat kewirausahaan kepada para tenaga pendidik.
Kepala SMP YIMI Gresik, Ainun Naim, menegaskan bahwa perubahan besar ini dimulai dari peran guru. Dalam program kelas peminatan entrepreneur, guru tidak lagi hanya menyampaikan materi di depan kelas, melainkan bertransformasi menjadi mentor dan pendamping bisnis bagi siswa.
“Setelah ini, guru otomatis menjadi garda terdepan. Mereka harus memahami, menerapkan, dan menjadi mentor bagi anak-anak dalam pembelajaran entrepreneur,” ujar Ainun Naim.
Setiap siswa nantinya akan memiliki pendamping dari berbagai bidang studi. Para guru tersebut akan mengawal proses kreatif siswa sejak penyusunan ide, pelaksanaan proyek, hingga melihat hasilnya secara langsung di lapangan.
Baca juga: Tarian Tradisional Pelajar SMP YIMI Gresik Pukau Pengunjung Mal
Inovasi yang diusung SMP YIMI Gresik terbilang unik. Program kewirausahaan ini tidak berdiri sebagai mata pelajaran tambahan, melainkan terintegrasi ke dalam seluruh mata pelajaran. Kurikulum nasional dan nilai-nilai pesantren tetap menjadi fondasi utama, namun diperkaya dengan praktik kewirausahaan yang aplikatif.
Target program pun sudah ditetapkan. Pada tahun ajaran mendatang, sebanyak 120 siswa akan masuk ke kelas-kelas peminatan spesifik, mulai dari Kelas Entrepreneur Bahasa, Kelas Tahfidz, hingga Kelas Reguler.
Fokus keterampilan yang dikembangkan pun disesuaikan dengan kebutuhan industri kreatif masa kini, antara lain Tata Rias, Busana, Food and Beverage (F&B), serta Fotografi.
Salah satu terobosan paling menonjol dari program ini terletak pada sistem evaluasi. SMP YIMI Gresik tidak ingin potensi non-akademik siswa kalah penting dibandingkan capaian akademik.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus laporan konkret kepada orang tua, sekolah akan menerbitkan Rapor Khusus Peminatan. Inovasi ini menjadi yang pertama di Kabupaten Gresik, di mana perkembangan jiwa kewirausahaan dan keterampilan teknis siswa dicatat secara detail layaknya nilai akademik.
“Capaian anak-anak tidak hanya dilihat dari rapor akademik saja. Untuk kelas peminatan, ada laporan khusus yang menjadi bukti nyata perkembangan keterampilan mereka,” tambah Ainun Naim.
Melalui langkah ini, SMP YIMI Gresik mengirimkan pesan kuat bahwa sekolah bukan sekadar tempat mengejar nilai, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan mimpi. Di tangan para guru mentor, generasi muda Gresik diajak berani menciptakan peluang, bukan sekadar menunggu kesempatan.
