INFOGRESIK – Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar Wisuda ke-49 yang diikuti 647 lulusan di Graha Kartini, Gresik, Kamis (24/9/2026). Perhelatan tersebut diwarnai kisah inspiratif Ernes Kayame, mahasiswa asal Papua Tengah yang berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMG melalui program beasiswa penuh.
Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi sebagai yatim piatu, Ernes sempat menunda pendidikan selama dua tahun setelah lulus SMA karena terkendala biaya. Namun, kegigihannya membawanya menyeberangi pulau hingga akhirnya menuntaskan pendidikan di UMG dari semester awal hingga akhir tanpa menanggung biaya pendidikan.
“Saya kuliah itu ada gap dua tahun setelah lulus SMA. Orang tua saya sudah meninggal dan saya tidak bisa lanjut kuliah. Sebenarnya saya mau kuliah, tetapi tidak ada biaya,” ungkap Ernes.
Baca juga: Anak Guru Honorer Jadi Lulusan Terbaik UMG, Wabup Gresik Dorong Wisudawan Ciptakan Peluang Kerja
Usai resmi menyandang gelar sarjana, Ernes berencana kembali ke kampung halamannya di Papua Tengah pada akhir tahun untuk mengabdi sekaligus berkontribusi meningkatkan mutu pendidikan bagi anak-anak di daerah asalnya.
“Saya melihat di kampung saya pendidikan cukup rendah. Anak-anak sekolah bahkan ada yang tidak tamat SD. Kalau sudah menerima ijazah ini, rencananya saya mau pulang sekitar November atau Desember,” terangnya.
Ernes mengaku mendapatkan beasiswa penuh selama delapan semester. Ia pun berpesan kepada anak-anak di daerah agar tidak berhenti belajar dan terus mengejar cita-cita.
“Saya beasiswa full mulai semester 1 sampai 8. Pesannya bagi anak daerah agar tidak berhenti belajar. Bermimpi dan kejar mimpi itu,” tegasnya.
Rektor UMG, Prof. Dr. Khoirul Anwar, menyampaikan bahwa keberhasilan Ernes menjadi salah satu bukti komitmen UMG dalam menyediakan akses pendidikan inklusif bagi generasi muda dari berbagai pelosok Nusantara. Selain itu, UMG terus mendorong penguatan kualitas kelembagaan dan kualifikasi tenaga pendidik.
Khoirul menyebutkan, jumlah program studi yang meraih akreditasi Unggul di UMG meningkat dari sebelumnya dua program studi menjadi 10 program studi. Saat ini, UMG juga masih menunggu proses asesmen lapangan untuk akreditasi institusi.
“Akreditasi unggul kita sudah di atas 15 persen, yakni 27 persen. Doktor kita sudah 60 orang, sudah 20 persen lebih. Lektor kepala dan guru besar sudah di atas 80 persen,” jelasnya.
