INFOGRESIK — Sebanyak 34 karya seni rupa yang merupakan hasil alih visual dari 34 puisi dipamerkan dalam pameran bertajuk Sastra Rupa: Ketika Puisi Berkawin dengan Rupa di Gresik. Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Komunitas Gerakan Seni Rupa Gresik (Gasrug) dan sastrawan asal Gresik, Dewi Musdalifah.
Pameran tersebut resmi dibuka oleh pencinta seni asal Surabaya, Made Agus Sumantra, pada Sabtu (24/10/2026) pukul 19.00 WIB di Sualoka Hub I Loteng Kemasan, Jalan Nyai Ageng Arem-arem Gang 3 Nomor 20, Kampung Kemasan, Gresik.
Pameran ini berlangsung hingga 24 November 2026 dan dimeriahkan dengan pertunjukan seni dari Kendati Chaos.
Karya-karya visual yang dipamerkan berangkat dari interpretasi terhadap 34 puisi dalam dua buku puisi tunggal karya Dewi Musdalifah, yakni Kembara (2017) dan Sakau (2019). Sebanyak 17 perupa Gasrug terlibat aktif dalam menerjemahkan teks-teks puisi tersebut ke dalam bahasa visual melalui warna, garis, tekstur, dan figur.
Baca juga: Pameran “Pomah” di Galeri Loteng, Tandai 1 Dekade Kiprah Gerakan Seni Rupa Gresik
Ketua Gasrug, Yoni, menyampaikan bahwa puluhan karya yang dihadirkan bukan sekadar ilustrasi harfiah dari teks puisi.
“Pameran ini bukan upaya menerjemahkan puisi menjadi gambar secara harfiah. Setiap perupa menyerap gagasan, suasana, dan pengalaman dari teks, lalu mengolahnya melalui bahasa visual masing-masing. Satu puisi pun dapat melahirkan banyak dunia, tanpa harus tunduk pada satu tafsir yang dianggap paling benar,” ungkap Yoni.
Salah satu perupa Gasrug, Aam Artbrow, menambahkan bahwa beragam karya yang tercipta menunjukkan pertemuan berbagai bahasa artistik dalam memaknai satu titik berangkat yang sama.
“Pameran bersama merupakan perjumpaan berbagai cara pandang dan bahasa artistik. Puisi menjadi titik berangkat, sementara kebebasan menafsirkan memberi ruang bagi setiap perupa untuk menghadirkan ekspresi yang mandiri,” ujar Aam.
Sementara itu, Dewi Musdalifah mengapresiasi hadirnya 34 karya lukisan yang terinspirasi dari puisi-puisinya. Menurutnya, karya-karya tersebut menghadirkan pengalaman pemaknaan yang lebih mendalam bagi para penikmat seni.
Baca juga: Pameran Seni Rupa Enam Seniman Gresik di Jogja, Kenalkan Kearifan Lokal Menuju Panggung Nasional
“Kata-kata yang semula hadir melalui bahasa menemukan tubuh lain dalam lukisan. Puisi dan rupa tidak saling menggantikan, tetapi berhadapan sebagai dua bahasa kesenian yang saling membuka kemungkinan pemaknaan,” katanya.
Adapun 17 perupa Gasrug yang memamerkan karyanya meliputi Aam Artbrow, Ali Waffa, Aris Daboel, A. Feri, Didik Triyoko, Joko Iwan, Kak Komang, Mujib Darjo, Mufid, Riyanto, Rachmad Basuki, Rezzo Masduki, Yoni, Sahlul Fahmi, Subeki, Sugihartono, dan Dimas Prayoga.
Gasrug merupakan komunitas seni rupa asal Gresik yang telah berdiri dan berkarya selama sekitar satu dekade.
