INFOGRESIK — Konsistensi PT Smelting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan masyarakat pesisir berbuah apresiasi. Atas komitmennya dalam konservasi ekosistem mangrove di Kabupaten Gresik, PT Smelting menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Direktur PT Smelting, Harry Pancasakti, dalam Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 yang digelar di Bee Jay Bakau Resort, Probolinggo, Selasa (3/11/2026).
Upaya pelestarian ini bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan komitmen berkelanjutan yang telah diinisiasi PT Smelting sejak 2014 di Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Hingga 2026, perusahaan telah menanam sebanyak 87.800 pohon mangrove.
Komitmen tersebut juga terus diperluas ke wilayah Randuboto melalui program penanaman 30.000 pohon mangrove dalam tiga tahun ke depan.
Baca juga: Jaga Pesisir Gresik, PT Smelting dan Pemkab Kolaborasi Tanam 10.000 Mangrove di Desa Randuboto
Tak sekadar melakukan penanaman, PT Smelting menerapkan pendekatan terpadu yang menggabungkan konservasi lingkungan, inovasi ramah lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Melalui berbagai program tersebut, PT Smelting turut mendukung upaya pelestarian kawasan mangrove di Jawa Timur, yang mencakup hampir 50 persen dari total ekosistem mangrove di Pulau Jawa.
Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 juga diwarnai dengan penanaman 8.100 bibit mangrove dan pencatatan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove.
“Saya mendorong sinergi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas dan masyarakat, termasuk generasi muda terus memperkuat rehabilitasi mangrove dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir,” ungkap Khofifah.
Sementara itu, Harry Pancasakti menyampaikan bahwa berbagai inovasi yang ditampilkan PT Smelting dalam pameran konservasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Hebat, PT Smelting Borong 9 Penghargaan di Ajang ENSIA 2025
“Kami sharing tentang inovasi yang telah dilakukan untuk pengurangan sampah polybag dengan menggantinya menjadi daun pisang. Kami juga melakukan pemberdayaan UMKM untuk produk olahan mangrove dan menginisiasi ekowisata untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” jelas Harry.
Bagi PT Smelting, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan program pelestarian lingkungan. Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperluas kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan.
“Apresiasi dari Ibu Gubernur memacu kami untuk terus memperluas dampak positif terhadap lingkungan, sejalan dengan komitmen kami untuk selalu tumbuh bersama masyarakat, memberdayakan komunitas, dan merawat bumi demi generasi mendatang,” tegas Harry.
