INFOGRESIK – Realisasi investasi di Kabupaten Gresik pada semester pertama 2026 mencapai sekitar Rp11,4 triliun. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk mengejar target investasi sebesar Rp30 triliun hingga akhir tahun.
Meski nilai investasi terus meningkat, Pemkab Gresik menegaskan bahwa investasi tidak boleh hanya berhenti pada angka, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal itu disampaikan dalam The 1st Gresik Business Forum bertema Beyond Investment: Membangun Kemitraan Strategis untuk Masa Depan Gresik yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gresik, Kamis (30/7/2026).
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, besarnya investasi yang masuk harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM lokal, serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja.
“Investasi mungkin dimulai dengan angka, tetapi kemitraan dibangun melalui kepercayaan. Investasi menghadirkan proyek, tetapi kemitraan menciptakan masa depan,” ujar Bupati Yani.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemkab Gresik terus memberikan kepastian tata ruang dan kemudahan birokrasi perizinan bagi para investor.
“Kita berangkat dari tata ruang karena dari tata ruang itu ada kepastian hukum dalam berinvestasi. Jelas, tidak tumpang tindih, tidak abu-abu,” katanya.
Bupati Yani juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait agar memangkas proses perizinan yang berbelit.
“Tidak ada lagi bahasa sulit mengurus perizinan di Kabupaten Gresik. Kalau ada yang kurang, dilengkapi, cepat selesai, keluar. Kalau ada yang lama, silakan ngomong ke saya,” tegasnya.
Menurutnya, ukuran keberhasilan investasi bukan hanya besarnya modal yang masuk, tetapi manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Ini yang bisa kita sampaikan kepada masyarakat bahwa kehadiran industri yang ada di Kabupaten Gresik sudah memberikan manfaat untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Ia juga mengajak para investor menjadikan Gresik sebagai mitra strategis.
Baca juga: Investasi Tembus US$600 Juta, Fasilitas Melamin Terbesar di Dunia Mulai Dibangun di KEK JIIPE Gresik
“Lihatlah Gresik sebagai mitra strategis. Tempat pemerintah hadir sebagai fasilitator, masyarakat siap menjadi bagian dari pertumbuhan, dan dunia usaha memperoleh kepastian untuk berkembang.”
“Keberhasilan bukan hanya diukur dari besarnya investasi yang datang, tetapi dari besarnya manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Senada, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif berharap peningkatan investasi mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Gresik.
“Investasi yang ada di Kabupaten Gresik harus bisa menurunkan angka kemiskinan dan angka pengangguran,” ujarnya.
Wabup Alif juga mengingatkan kalangan industri agar menjaga keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari investasi jangka panjang.
“Bapak Ibu semua tentu tidak hanya ingin berusaha lima atau sepuluh tahun. Pasti ingin usaha itu berjalan 20 sampai 50 tahun ke depan. Karena itu kami berharap lingkungan sosial, udara, tanah, dan air juga dijaga,” ucapnya.
Ia menegaskan, investasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelestarian lingkungan.
“Investasi yang ada di Kabupaten Gresik harus bisa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Karena itu, investasi harus berjalan bersama dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Gresik Reza Pahlevi mengatakan The 1st Gresik Business Forum menjadi langkah strategis untuk terus meningkatkan nilai investasi di Gresik.
“Kami ingin forum ini menjadi wadah strategis untuk menarik investasi sekaligus memperkuat brand image bahwa Gresik adalah salah satu daerah tujuan investasi yang menarik,” tuturnya.
Dalam forum tersebut juga dipaparkan lima proyek investasi baru dengan nilai mencapai belasan triliun rupiah. Kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan kepada perusahaan penyumbang investasi terbesar, yakni PT Freeport Indonesia sebagai kontributor Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar dengan penyerapan 71 persen tenaga kerja lokal, serta PT Petrokimia Gresik sebagai kontributor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terbesar.
