INFOGRESIK – Pelaksanaan tradisi tahunan Pasar Bandeng Gresik 2026 yang rencananya digelar pada 16–18 Maret diwarnai keluhan pedagang terkait kenaikan tarif sewa stand. Harga sewa yang sebelumnya berkisar Rp150 ribu hingga Rp170 ribu, kini naik menjadi Rp300 ribu untuk durasi tiga hari.
Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kota Gresik, Tohaji, mengungkapkan kenaikan tersebut cukup membebani pelaku usaha kecil.
“Dulu sewa stand sekitar Rp150 ribu sampai Rp170 ribu, sekarang jadi Rp300 ribu. Bagi kami pedagang kecil tentu cukup terasa,” ujar pedagang bakso tersebut, Jumat (13/3/2026).
Tohaji berharap pemerintah daerah dapat mengevaluasi kebijakan tersebut agar tetap berpihak pada pedagang kecil.
“Harapannya ada penataan. Kami pedagang kecil seperti jualan bakso ini tetap ingin ikut meramaikan Pasar Bandeng,” tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Plt Kasubag Umum dan Kepegawaian Diskoperindag Kabupaten Gresik, Mohammad Zein, menjelaskan bahwa tarif Rp300 ribu per stand telah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku. Ia menegaskan bahwa tarif tahun ini sudah mencakup fasilitas yang sebelumnya tidak tersedia.
“Tarif Rp300 ribu per stand itu sudah termasuk biaya listrik 50 watt serta kebersihan selama tiga hari,” jelas Zein.
Ia menambahkan, penyesuaian tarif dilakukan untuk mendukung operasional serta meningkatkan kenyamanan di lokasi kegiatan.
“Kalau dulu belum termasuk listrik dan kebersihan,” ungkapnya.
Pihak panitia juga menilai tarif tersebut masih tergolong terjangkau jika dibandingkan dengan acara serupa di daerah lain.
“Kami sudah sangat murah dan terjangkau. Kami juga berupaya meningkatkan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung,” pungkas Zein.
