INFOGRESIK – Tiga tahun sudah para pedagang Pasar Sidayu berkawan dengan ingatan getir tentang api yang melalap tempat mata pencaharian mereka pada 2022 silam. Namun, penantian panjang itu kini menemui titik terang.
Tepat pada 24 Desember 2025, proyek revitalisasi pasar bersejarah tersebut resmi dinyatakan tuntas, membawa harapan baru bagi masyarakat Gresik Utara.
Wajah Pasar Sidayu kini bersolek. Ia tidak hanya lahir kembali sebagai pusat ekonomi modern, tetapi juga sebagai penjaga gerbang sejarah yang sempat terlupakan.
Revitalisasi ini bukan sekadar membangun gedung baru. Pemerintah Kabupaten Gresik memiliki misi besar untuk mengembalikan identitas kawasan tersebut. Selama ini, sebuah Bangunan Cagar Budaya yang berdiri sejak tahun 1816 nyaris musnah dan tertutup oleh semrawutnya bangunan pasar lama.
Baca juga: Tinjau Revitalisasi Pasar Sidayu, Komisi II DPRD Gresik Sebut Pembangunan Bakal Selesai Desember
Kini, melalui proyek ini, bangunan bersejarah tersebut kembali dimunculkan. Revitalisasi menjadi jembatan yang menghubungkan kemajuan zaman dengan warisan masa lalu, memastikan saksi bisu perjalanan Sidayu sejak abad ke-19 tetap tegak berdiri dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN 2025 dengan nilai lelang mencapai Rp24.789.998.016, Pasar Sidayu kini berdiri megah dengan dua lantai. Bangunan ini dirancang untuk memenuhi syarat pengelolaan pasar sehat, dengan total 538 pedagang yang siap menempati stan-stan baru.
Tak hanya urusan jual beli, fasilitas penunjang di dalam gedung pun sangat lengkap. Selain stan pedagang, tersedia Kantor Pengelola Pasar, mushola, ruang rapat, hingga fasilitas sosial seperti ruang laktasi, ruang pelayanan kesehatan, serta deretan kamar mandi dan toilet yang bersih.

Untuk menjamin keamanan dan akurasi perdagangan, pasar ini juga dilengkapi Ground Water Tank (GWT), sistem hydrant air sebagai antisipasi kebakaran, serta Tempat Ukur Ulang (Tera).
Kepala UPT Pengelolaan Pasar Diskoperindag Gresik, Mu’anan, mengatakan Pasar Sidayu memiliki bangunan dua lantai. Di bagian tengah terdapat plaza tengah berupa taman hijau yang asri. Area ini diproyeksikan menjadi tempat kreativitas warga sehingga mampu menghidupkan suasana pasar hingga malam hari.
“InsyaAllah nanti bisa dimanfaatkan untuk live music sore atau malam demi mengakomodir UMKM lokal (bongkar pasang). Termasuk berkolaborasi dengan Disparekrafbudpora Gresik dan kelompok kesenian lainnya,” jelas Mu’anan kepada Infogresik, Senin (29/12/2025).
Baca juga: Revitalisasi Pasar Sidayu Mulai Bulan Depan Dengan Anggaran Rp28 Miliar, Ini Desainnya
Saat ini, proses pembersihan sedang berlangsung intensif sembari menunggu pemeriksaan dari Dirjen Kementerian Perdagangan untuk proses serah terima kepada pemerintah daerah. Targetnya jelas, pedagang sudah kembali ke stan baru mereka sebelum bulan suci tiba.
“Semoga Januari tuntas, sehingga akhir Januari atau awal Februari paling lambat sudah pindah semua pedagang, mengingat pertengahan Februari sudah Ramadan, lebaran pedagang pasar,” ungkap Mu’anan.
Dengan kembalinya Bangunan Cagar Budaya 1816 dan fasilitas yang lengkap, Pasar Sidayu kini bukan sekadar tempat transaksi, melainkan simbol ketangguhan dan kebanggaan baru bagi warga Gresik.
