INFOGRESIK – Di tengah dinamika industri keuangan yang makin cepat, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus menegaskan posisinya bukan hanya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua, tetapi juga sebagai pelopor transformasi.
Hal ini disampaikan Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, saat kegiatan CIMB Niaga Jurnalisme Inspiratif: Journalist Class & Workshop di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Lani mengatakan bahwa komitmen utama perusahaan adalah menghadirkan layanan perbankan yang inovatif, cepat, dan relevan bagi kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui fondasi strategis jangka panjang bernama Forward30 (F30).
Forward30 sendiri adalah peta jalan transformasi yang bertujuan utama untuk memperkuat kepercayaan nasabah dan mewujudkan purpose perusahaan yakni Advancing Customers & Society.
“Strategi ini berfokus pada transformasi digital, inovasi produk, dan peningkatan kualitas layanan,” tegas Lani.
Baca juga: Voyage of Stories, CIMB Niaga Angkat Peran Jurnalis sebagai ‘Pengembara Kisah’ Bangsa
Strategi ini berdiri di atas empat pilar utama yang menjadi penggerak pertumbuhan berkelanjutan CIMB Niaga, yakni Cash/CASA dalam penguatan dana murah, Cross-Selling atau peningkatan penjualan silang produk, Capability atau peningkatan kapabilitas sumber daya dan teknologi, terakhir Capital atau penguatan permodalan bank.
“Keempat pilar F30 ini menjadi penggerak pertumbuhan berkelanjutan yang mampu mendampingi nasabah mencapai mimpi dan aspirasinya,” jelasnya.
Visi strategis ini terbukti membuahkan hasil kinerja yang solid. Lani menyebut, pada sembilan bulan pertama tahun 2025, CIMB Niaga mencatat laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp6,7 triliun, menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 1,7% year-on-year (Y-o-Y).
Kekuatan modal dan likuiditas bank juga terjaga prima. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada di level 24,7%, sementara rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) stabil di 81,1%.
Hingga 30 September 2025, total aset konsolidasian mencapai Rp369,5 triliun, yang kian memantapkan posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan tren sehat, meningkat 8,6% Y-o-Y menjadi Rp278 triliun, dengan rasio CASA (dana murah) yang tinggi, stabil di angka 67,9%.
Baca juga: Melalui Kanal Digital, CIMB Niaga Terus Berinovasi untuk Jadi Bank Terbaik
Komitmen CIMB Niaga tak hanya fokus pada laba, tetapi juga pada inklusivitas dan keberlanjutan. Penyaluran kredit/pembiayaan bank tumbuh 4,6% Y-o-Y menjadi Rp228,7 triliun, didukung oleh performa kuat di semua segmen utama.
Di segmen syariah, CIMB Niaga Syariah terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu Unit Usaha Syariah terbesar dengan total pembiayaan Rp58,2 triliun dan DPK Rp57,9 triliun.
Selain itu, CIMB Niaga juga menempatkan keberlanjutan sebagai inti strateginya. Hampir 24% dari total pembiayaan—sekitar Rp54,7 triliun—dialokasikan khusus untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon, yang sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) PBB.
Sejarah CIMB Niaga sendiri pernah menjadi pelopor ATM (1987) dan online banking (1991), hingga merger dengan LippoBank (2008), menjadi latar belakang kuat bahwa inovasi adalah DNA perusahaan. Melalui strategi F30, CIMB Niaga bertekad meneruskan warisan inovasi tersebut, memastikan perbankan dapat terus Advancing Customers & Society di masa depan.
