INFOGRESIK – Menjelang musim tanam, Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk bersubsidi dalam kondisi aman dengan total alokasi mencapai 1,05 juta ton. Bahkan, distribusinya tercatat terus meningkat dari tahun ke tahun.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi saat meninjau gudang pupuk milik Petrokimia Gresik, Rabu (29/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Rahmad didampingi jajaran komisaris serta Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob beserta manajemen perusahaan.
“Stok pupuk kita itu 1,6 juta ton, dan dari jumlah itu 1,05 juta ton adalah pupuk subsidi. Jadi jumlahnya cukup. Hari ini kita ke sini tidak hanya memastikan pabrik, tapi juga memastikan kondisi gudang,” ujar Rahmad.
Rahmad menjelaskan, Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 1.055.068 ton yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh petani terdaftar di Indonesia. Dari total tersebut, 167.646 ton dialokasikan untuk petani di Jawa Timur yang terdiri dari Urea 51.832 ton, NPK 107.625 ton, NPK Kakao 92 ton, Organik 4.686 ton, dan ZA 2.905 ton.
Sementara untuk wilayah Kabupaten Gresik, tersedia stok sebesar 32.019 ton, yang terdiri dari Urea 9.550 ton, NPK 13.505 ton, Organik 6.927 ton, dan ZA 2.038 ton. Seluruh pupuk ini dapat ditebus oleh petani terdaftar sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru di kios resmi atau titik serah.
“Tugas utama yang diberikan pemerintah kepada kami adalah memastikan ketahanan pangan tercapai. Pupuk merupakan elemen penting bagi peningkatan produktivitas pertanian,” tegas Rahmad.
Ia menambahkan, distribusi pupuk bersubsidi terus menunjukkan tren positif.
“Distribusi pupuk dalam tiga tahun terakhir meningkat sekitar 12 persen,” ungkapnya.
Berdasarkan data hingga 28 Oktober 2025, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 1.516.741 ton pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah Jawa Timur. Angka tersebut setara 73,9 persen dari total alokasi provinsi yang mencapai 2.053.650 ton pada tahun 2025.
Untuk wilayah Kabupaten Gresik, tercatat telah tersalurkan sebanyak 24.144 ton dari total alokasi 42.960 ton.
