INFOGRESIK — Hujan deras yang mengguyur wilayah Gresik selama beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah desa di Gresik bagian selatan terendam banjir. Banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan dan jebolnya tangkis Kali Cermen di Desa Glindah, Kecamatan Kedamean, serta di Desa Gluran, Kecamatan Benjeng. Akibatnya, air meluap hingga ke jalan dan permukiman warga.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik per Kamis (13/11/2025), genangan banjir terjadi di tiga kecamatan.
- Desa Glindah, Kecamatan Kedamean: jalan dan sawah seluas sekitar 70 hektare tergenang air.
- Desa Beton, Kecamatan Menganti: jalan tergenang setinggi 10–20 cm dan sekitar 75 rumah terdampak.
- Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng: jalan, masjid, sawah, dan sekitar 20 rumah terendam air setinggi 10–40 cm.
Baca juga: Terobos Banjir di Benjeng, Petugas Dishub Gresik Terseret Arus
Air yang meluap hingga ke area persawahan membuat tanaman padi terendam berhari-hari. Sejumlah petani mulai khawatir jika air tak segera surut, mereka harus menanam ulang.
“Kalau air tidak cepat surut, kami harus tanam lagi,” ujar Nur Rohman, petani asal Desa Glindah, Kedamean.
Menurut Nur Rohman, air yang menggenangi sawah sudah setinggi lutut orang dewasa dan mulai membuat batang padi menguning.
Selain merendam lahan pertanian, banjir juga mengganggu aktivitas warga di beberapa perumahan. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar bencana tahunan ini tidak terus terulang.
Baca juga: Kali Lamong Meluap, Empat Desa di Balongpanggang Kembali Kebanjiran
Warga menilai normalisasi anak Kali Lamong serta percepatan pembangunan waduk di Desa Cermen (Kedamean) dan wilayah Benjeng–Balongpanggang sangat dibutuhkan untuk menampung limpasan air hujan dan mengurangi risiko banjir saat musim penghujan.
Kepala BPBD Gresik, Sukardi, mengatakan bahwa banjir kali ini tergolong banjir luapan dan mulai terjadi sejak Rabu (12/11/2025). Pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah desa setempat.
“Tim kami terus memonitor perkembangan banjir dan berkoordinasi dengan perangkat desa,” ungkap mantan Camat Kedamean tersebut.
