INFOGRESIK – Aturan yang mewajibkan pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) A di Kabupaten Gresik harus mempunyai sertifikat mengemudi dari tempat kursus mendapatkan protes dari masyarakat.
Protes dilakukan lantaran aturan dari Korlantas Polri ini membuat adanya biaya tambahan saat membuat SIM. Beruntung, aturan baru tersebut akhirnya dibatalkan.
Baur SIM Satpas Gresik Aipda Mardianto Wibisono mengatakan kepastian pembatalan pelampiran surat hasil verifikasi dari sekolah mengemudi dilakukan usai keluar Surat Telegram Kapolri nomer 2350 Oktober 2024 tanggal 23 Oktober 2024.
“Kami mendapatkan telegram kemarin malam. Sehingga kewajiban melampirkan sertifikat mengemudi yang baru berlaku sekitar semingguan sudah dibatalkan,” ujar Mardianto, Kamis (24/10/2024).
Disampaikan Mardianto, dengan adanya pembatalan ini, maka syarat membuat SIM kini tinggal melampirkan surat keterangan sehat, surat hasil tes psikologi, ujian tulis, dan praktek.
“Mulai tanggal 1 November 2024 nanti ada syarat tambahan yakni melampirkan tanda bukti kepesertaan aktif BPJS,” tegasnya.
Sebelumnya, Korlantas Polri telah menunjuk kursus mengemudi ‘Berlian’, Jl. Dr. Soetomo No.V/28, Kesemen, Kelurahan Sukorame, Kec. Gresik sebagai satu-satunya tempat kursus di Gresik yang bisa mengeluarkan sertifikat mengemudi.
