INFOGRESIK — Aktivitas pengurukan kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di wilayah Mengare, Kabupaten Gresik, menuai protes warga dan petambak setempat. Timbunan material pedel yang menutup aliran sungai disebut menyebabkan pasokan air ke tambak terhambat hingga memicu kematian ikan dan kerugian bagi petambak.
Warga menyampaikan keberatan dengan membentangkan spanduk dan poster di lokasi pengurukan pedel pada Minggu (1/11/2026). Mereka mendesak agar aktivitas pengurukan dihentikan sementara hingga ada kejelasan penyelesaian dari pengembang kawasan JIIPE, PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), bersama Badan Pengusahaan Kawasan (BPK).
Penutupan alur sungai akibat timbunan material tersebut berdampak langsung terhadap pasokan air yang selama ini menjadi penopang aktivitas tambak warga.
Malik, salah seorang petani tambak penyewa, mengaku mengalami kerugian besar akibat aktivitas pengurukan tersebut. Meski lahan tambak yang dikelolanya belum dibebaskan oleh pihak pengembang, sungai utama yang menjadi sumber pasokan air ke tambaknya justru sudah tertutup material pedel.
Baca juga: 70 Persen Pekerja JIIPE Merupakan Warga Lokal, Menperin Apresiasi Dampak Ekonomi untuk Gresik
“Sebagai penyewa kami sangat rugi. Sungainya diuruk, lahan kami hancur dan ikan kami mati. Kami menuntut ganti rugi dan normalisasi sungai,” tegas Malik.
Ia menambahkan, timbunan pedel yang menutup aliran sungai menyebabkan pasokan air dari laut atau muara tidak lagi dapat menjangkau tambak warga.
“Lahan tambak yang saya garap belum dibebaskan, tapi sungainya sudah diuruk pedel. Akibatnya aliran air tidak bisa masuk tambak, ikan banyak yang mati karena tambaknya keruh dan kering,” lanjutnya.
Warga lainnya, Abdul Amin, menegaskan bahwa aksi protes tersebut bukan merupakan bentuk penolakan terhadap pengembangan kawasan industri JIIPE. Namun, warga meminta agar pelaksanaan proyek, khususnya aktivitas pengurukan yang berdampak pada fasilitas umum perairan, tetap memperhatikan keberlangsungan kehidupan masyarakat setempat.
“Kami ingin ada penyelesaian yang transparan, pemulihan sungai dan lingkungan akibat aktivitas pengurukan,” terang Abdul Amin.
Tanggapan Pengembang Kawasan JIIPE
Menanggapi protes warga terkait aktivitas pengurukan di kawasan Mengare, Comdev Manager PT BKMS, Yudi Darjanto, menyatakan bahwa pihak JIIPE memahami kekhawatiran dan keluhan yang disampaikan masyarakat.
Baca juga: Tanggapi Keluhan Warga, Camat Sidayu Pastikan Akses Jalan Menuju Sekolah Rakyat Diperbaiki
Ia menyampaikan bahwa dalam setiap pengembangan kawasan, JIIPE berkomitmen untuk mematuhi regulasi, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta menghormati hak-hak masyarakat sekitar.
“Terkait kondisi yang disampaikan, kami akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menelaah kondisi di lapangan, termasuk aspek teknis yang relevan dengan hal ini,” ungkap Yudi, Senin (2/11/2026).
Pihak PT BKMS juga menyatakan terbuka untuk berdialog secara konstruktif dengan warga guna mencari solusi terbaik atas persoalan tersebut.
