INFOGRESIK — Sebanyak 3.500 anggota Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS) Kabupaten Gresik mengikuti Apel Akbar di Stadion GOR Tridharma Petrokimia Gresik, Senin (26/10). Kegiatan ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk mengoptimalkan kembali peran ASLINMAS sebagai kekuatan sosial dalam menjaga ketertiban sekaligus mendampingi warga yang menghadapi kesulitan.
Dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ASLINMAS Kabupaten Gresik periode 2026–2031 tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa ribuan anggota ASLINMAS diharapkan mampu menjalankan peran strategis di tengah masyarakat.
Selain menjaga keamanan dan membantu penanganan bencana, ASLINMAS diharapkan dapat mengenali persoalan yang dihadapi warga serta menghubungkan mereka dengan layanan dasar dan program bantuan pemerintah.
Baca juga: Lembar Asa di Buku KIA, Langkah Bersama Pemkab Gresik Menekan Angka Kematian Ibu
“Keberadaan ASLINMAS diharapkan tidak hanya dirasakan ketika masyarakat menghadapi gangguan, tetapi juga ketika mereka membutuhkan pendampingan untuk keluar dari kesulitan dan membangun kehidupan yang lebih baik,” tegas Bupati di hadapan ribuan peserta apel.
Untuk mengoptimalkan peran 3.500 personel di lapangan, Bupati menyampaikan tiga arahan utama. Pertama, meningkatkan disiplin dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Kedua, mengedepankan sikap humanis dan kepedulian sosial. Ketiga, memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi gangguan ketenteraman dan ketertiban, bencana, maupun keadaan darurat.
“Keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari struktur kepengurusannya, tetapi juga dari sejauh mana organisasi tersebut mampu memberikan manfaat nyata dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Adapun struktur kepengurusan DPC ASLINMAS Kabupaten Gresik periode 2026–2031 yang baru dilantik dipimpin oleh H. Mochamad Choirul Rizal sebagai ketua. Ia didampingi Kurnia Suryandi sebagai wakil ketua I, Zainul Arifin sebagai wakil ketua II, Agustin Halomoan Sinaga sebagai sekretaris, dan Nieffa Indra Lesmana sebagai bendahara.
Kepengurusan tersebut didukung koordinasi dengan para camat, kepala desa, dan lurah se-Kabupaten Gresik untuk menggerakkan ribuan anggota hingga ke tingkat wilayah terkecil.
