INFOGRESIK – Berkat keberhasilannya mengintegrasikan inovasi pelayanan publik digital berbasis perlindungan data, Kabupaten Gresik terpilih menjadi lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIX Tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri ini diikuti 15 peserta. Rombongan secara resmi diterima di Kabupaten Gresik pada Rabu (23/9/2026) untuk mendalami tema “Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mewujudkan Perlindungan Keamanan Data Pribadi”.
Ketua Rombongan VKN PKN Tingkat II, Rachmat, menegaskan bahwa penunjukan Kabupaten Gresik bukan tanpa alasan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik dinilai memiliki pengalaman dalam mengembangkan layanan berbasis digital dan tata kelola Mal Pelayanan Publik.
Baca juga: Sukses Lakukan Digitalisasi, BPN Gresik Terbitkan 19.334 Sertifikat Elektronik
“Digitalisasi pelayanan tidak cukup hanya membuat layanan menjadi cepat. Digitalisasi harus diikuti dengan penguatan keamanan dan tata kelola data,” ujar Rachmat.
Menurutnya, praktik di Gresik sangat relevan dijadikan bahan pembelajaran bagi para peserta, khususnya mengenai integrasi kepemimpinan kolaboratif, kepemimpinan digital, dan kepemimpinan berintegritas.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengapresiasi terpilihnya Gresik sebagai tempat berbagi pengetahuan (knowledge sharing).
“Data publik yang aman dan terpercaya membutuhkan keterpaduan antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Sekda Washil saat menyambut rombongan VKN.
Sekda Washil menerangkan, Pemkab Gresik telah memperkuat tata kelola data melalui Integrated Operating Platform (IOP) sebagai data warehouse, serta menerapkan standar keamanan ISO 27001.
Baca juga: Peringati Hari Jadi Gresik, DPMPTSP Hadirkan Pelayanan Publik di Mall
Langkah tersebut memungkinkan berbagai layanan publik, seperti pembaruan dokumen kependudukan pascaperceraian bersama Pengadilan Agama, layanan jemput bola ke Pulau Bawean, hingga perizinan investasi melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA), terintegrasi lintas sektor tanpa mengabaikan kerahasiaan data pribadi.
“Data tidak hanya berhenti di satu perangkat daerah, tetapi dapat dimanfaatkan lintas sektor sesuai kebutuhan dan kewenangan,” ungkapnya.
Washil berharap kunjungan tersebut dapat memperkuat kolaborasi sekaligus memberikan manfaat bagi peningkatan tata kelola di Pemkab Gresik maupun instansi para peserta VKN.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi knowledge sharing yang saling menguatkan dan memberikan manfaat bagi masing-masing organisasi,” tuturnya.
