INFOGRESIK – Di tengah dinamika pembahasan anggaran, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, atau yang akrab disapa Gus Yani, menegaskan sikapnya. APBD Tahun Anggaran 2026, menurutnya, harus menjadi instrumen yang benar-benar ‘kembali kepada rakyat’, dengan fokus pada penguatan layanan dasar: dari atap rumah yang layak hingga akses pendidikan yang modern.
Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika. Dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Gresik, Senin (1/12), Gus Yani menekankan bahwa setiap rupiah anggaran akan diarahkan pada layanan dasar yang harus dirasakan secara nyata, merata, dan tepat sasaran oleh seluruh masyarakat.
Komitmen ini kini terlihat jelas dalam dua sektor utama, yakni penuntasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan ikon edukasi sains.
Bagi sebagian warga Gresik, mimpi memiliki rumah yang aman dan sehat kini perlahan menjadi kenyataan. Program Rehabilitasi RTLH yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) menunjukkan progres signifikan, salah satunya di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng. Data per 26 November 2025 mencatat puluhan rumah telah ditingkatkan kualitasnya, sementara pembangunan rumah baru terus berjalan.
Baca juga: Capaian DCKPKP 2025, Gresik Tuntaskan RTLH dan Perkuat Infrastruktur Air
Namun, Gus Yani tidak ingin program ini berhenti di beberapa titik saja. Ia bertekad mempercepat dan memeratakan bantuan RTLH hingga menjangkau seluruh kecamatan di Gresik.
“Program ini bukan sekadar soal anggaran, tetapi harapan masyarakat untuk memiliki rumah layak huni, kepastian hukum atas tanah, serta lingkungan yang aman dan sehat,” ujar Gus Yani, Minggu (7/12/2025).
Ia menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh harus bersifat holistik. Permukiman kumuh tidak hanya diidentifikasi dari kondisi rumah yang rusak atau jalan yang becek, tetapi juga isu fundamental lain seperti ketiadaan kepastian hukum aset tanah, minimnya sanitasi layak, dan kurangnya akses air bersih. Inilah yang mendorong Pemkab Gresik memastikan rumah layak huni bagi warga kurang mampu.
Selain RTLH, pemenuhan kebutuhan dasar air bersih juga menjadi prioritas. Pemkab Gresik telah menyelesaikan pembangunan reservoir di Kecamatan Duduksampeyan dan Kebomas. Infrastruktur ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi kelangkaan air sekaligus memastikan distribusi PDAM semakin merata hingga ke rumah-rumah pelanggan.
“Pemkab berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih, terpenuhi tanpa hambatan,” tegasnya.
Komitmen pemenuhan air bersih bahkan terintegrasi dengan sektor pendidikan. Di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, pembangunan prasarana air bersih tengah dikebut untuk mendukung pendirian Sekolah Rakyat Terintegrasi. Langkah ini menegaskan bahwa layanan dasar menjadi fondasi penting bagi kenyamanan dan keamanan, termasuk di lingkungan pendidikan nonformal.
Pada sektor pendidikan, Pemkab Gresik tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan literasi sains dan teknologi. Pembangunan Gresik Universal Science (GUS) di kompleks Islamic Center Balongpanggang kini memasuki tahap akhir.
GUS dirancang tidak sekadar menjadi museum, tetapi pusat edukasi publik yang interaktif, modern, dan berbasis teknologi—diproyeksikan sebagai ikon baru pembelajaran sains di Gresik.
“Fasilitas ini kami rancang sebagai ruang edukasi publik yang interaktif, modern, dan mudah diakses. Harapannya, pusat sains ini dapat mendorong minat anak-anak terhadap teknologi, penelitian, dan inovasi,” ungkap Gus Yani.

Museum yang menjadi bagian dari GUS akan memadukan kearifan lokal dengan teknologi modern untuk memastikan konten lokal tetap menarik dan relevan bagi generasi masa kini. GUS diharapkan menjadi pusat aktivitas kreatif masyarakat, tempat warga dapat belajar, berekreasi, dan mengembangkan kreativitas.
Melalui langkah-langkah konkret ini—dari penanganan rumah kumuh, pemerataan air bersih, hingga pembangunan pusat sains futuristik—Bupati Yani mengirim pesan jelas bahwa APBD 2026 merupakan manifestasi keberpihakan penuh Pemkab Gresik kepada rakyat.
Anggaran tidak lagi sekadar angka, melainkan alat untuk merawat harapan masyarakat akan kehidupan yang lebih layak, aman, dan berpengetahuan di Gresik.
