INFOGRESIK – Selama satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat perannya dalam mendukung visi Asta Cita pemerintah di bidang swasembada pangan. Berkat kebijakan strategis pemerintahan Prabowo–Gibran, berbagai terobosan dalam tata kelola pupuk berhasil diwujudkan sehingga ketersediaan, keterjangkauan, dan efisiensi distribusi bagi petani semakin meningkat.
“Atas dukungan penuh dari Bapak Presiden serta seluruh jajaran pemerintahan, tahun ini kita dapat menyaksikan berbagai langkah strategis yang menjadi tonggak baru bagi sektor pupuk nasional. Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tata kelola pupuk subsidi mengalami perubahan yang nyata,” ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi.
Salah satu terobosan penting yang dilaksanakan pemerintah adalah reformasi tata kelola pupuk subsidi melalui implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025. Melalui dua regulasi ini, pemerintah memangkas 145 aturan lama, sehingga rantai distribusi pupuk menjadi lebih singkat dan efisien.
Kedua regulasi tersebut juga memperluas akses pupuk subsidi ke petani melalui empat titik serah, yaitu pengecer, koperasi, gapoktan, dan pokdakan. Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah yang menempatkan efisiensi, akuntabilitas, dan kesejahteraan petani sebagai prioritas utama dalam kebijakan pangan nasional.
Baca juga: Gandeng PT Pupuk Indonesia Utilitas, Pemkab Gresik Tanam Ratusan Pohon di Gejos
“Pupuk Indonesia mengapresiasi penuh dukungan dan kebijakan pemerintah yang telah menghadirkan regulasi distribusi pupuk yang lebih akuntabel, efisien, dan berkeadilan bagi petani. Kami berkomitmen mengimplementasikan seluruh kebijakan tersebut secara konsisten dan bertanggung jawab, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan serta ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” tambah Rahmad.
Dukungan kebijakan pemerintah dan langkah strategis Pupuk Indonesia terbukti membawa dampak signifikan terhadap percepatan distribusi pupuk subsidi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penyaluran pupuk subsidi dimulai tepat pada 1 Januari 2025, memastikan petani memperoleh pupuk sesuai kebutuhan musim tanam.
Hingga 19 Oktober 2025, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 6.143.650 ton pupuk subsidi, atau setara 64% dari total alokasi nasional sebesar 9,55 juta ton. Capaian ini meningkat 10% dibandingkan periode yang sama pada 2024 dan naik 23% dibandingkan 2023.
Keberhasilan ini turut mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional. Dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Presiden Prabowo Subianto menyebut tahun 2025 sebagai tonggak sejarah baru Indonesia, di mana produksi beras dan cadangan pangan nasional mencapai titik tertinggi dalam sejarah. Indonesia bahkan mulai mengekspor beras ke berbagai negara.
Ke depan, Pupuk Indonesia berkomitmen terus memperkuat dukungan terhadap pemerintah dalam mewujudkan visi swasembada pangan. Tak hanya melalui penyaluran pupuk tepat sasaran, tetapi juga dengan memastikan ketersediaan pupuk subsidi di gudang pengecer agar mudah diakses petani, terutama saat musim tanam.
“Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional melalui penyediaan pupuk berkualitas demi menjaga kedaulatan pangan Indonesia,” tutup Rahmad.
