INFOGRESIK – Kawasan religi makam Sunan Giri kembali dipadati ribuan masyarakat dalam perayaan tradisi Malam Selawe, Sabtu malam (14/3/2026).
Momentum tahun ini terasa istimewa karena tradisi Malam Selawe dan Kupat Ketheg resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Ainul Yaqin tersebut dihadiri langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif.
Rangkaian acara diawali dengan ziarah ke makam Sunan Giri, dilanjutkan salat Isya dan Tarawih berjamaah, serta pembacaan 1.000 Surat Al-Ikhlas oleh para jamaah yang memadati kawasan masjid.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Yani menegaskan bahwa Malam Selawe merupakan momentum spiritual untuk menjemput keberkahan di penghujung Ramadan.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan Tetapkan Lima Warisan Budaya Gresik Sebagai WBTb, Ini Daftarnya
“Niat kita malam ini adalah beriktikaf untuk mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar. Semoga Indonesia semakin damai dan sukses, khususnya Gresik agar semakin aman, kondusif, serta terbukanya pintu rezeki bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus melestarikan tradisi warisan leluhur tersebut agar memberi manfaat bagi kehidupan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
“Semoga kita tetap istiqomah menjaga tradisi Malam Selawe yang sudah berlangsung berabad-abad dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Semoga kita bisa kembali bertemu di bulan Ramadan tahun depan,” imbuhnya.
Penyelenggaraan tahun ini juga tampil berbeda dengan hadirnya stan “Satu Desa Satu Produk Unggulan” yang memamerkan berbagai potensi UMKM lokal. Sebagai bentuk rasa syukur atas penetapan status warisan budaya, Pemerintah Kabupaten Gresik membagikan 2.000 porsi nasi kebuli dan 500 kupat ketheg kepada masyarakat.
Selain itu, piagam penghargaan juga diserahkan secara simbolis kepada Camat Kebomas sebagai bentuk komitmen pelestarian tradisi tersebut.
Baca juga: Pemkab Gresik Bagikan 3000 Nasi Kebuli dan Munajat 1000 Al Ikhlas di Tradisi Malam Selawe
Antusiasme warga tidak surut meski hujan sempat mengguyur kawasan Sunan Giri. Yuni (38), salah satu pengunjung asal Jatirembe, mengaku tetap bahagia bisa mengikuti rangkaian kegiatan bersama keluarganya.
“Alhamdulillah saya bisa hadir di majelis dan tradisi yang khidmat ini. Meski tadi sempat kehujanan dan basah-basahan naik ke masjid, saya tetap merasa bahagia. Di bawah ada kuliner, di atas ada munajat dan doa-doa. Saya senang bisa merasakan suasana ini bersama anak saya. Malam Selawe selalu ada cerita,” ungkapnya.
Dengan perpaduan antara wisata religi, kuliner khas, serta pengakuan nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap tradisi Malam Selawe terus menjadi penguat identitas religius sekaligus perekat persatuan masyarakat Gresik.
