INFOGRESIK – Selama ini, Desa Randuboto di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, dikenal sebagai kawasan tambak dan laut. Namun di balik kuatnya sektor perikanan, desa ini juga menyimpan potensi pertanian yang tak kalah besar. Sekitar 50 hektare lahan sawah menjadi tumpuan hidup para petani yang menggantungkan harapan pada bulir-bulir padi.
Suasana Balai Desa Randuboto tampak berbeda pada Jumat (9/1/2026) siang. Sebuah mesin rotavator tampak terparkir rapi, menjadi simbol hadirnya modernisasi pertanian di desa tersebut. Alat mesin pertanian itu merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian untuk mendongkrak produktivitas petani.
Penyerahan bantuan dilakukan di Balai Desa Randuboto oleh Anggota DPRD Jawa Timur Muhammad Rofiq, Anggota DPRD Gresik Muhammad Kurdi, serta perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Erwanto Budi Utomo.
Bantuan tersebut bukan sekadar penyerahan alat, melainkan bagian dari misi besar mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Muhammad Rofiq menegaskan, teknologi pertanian menjadi kunci agar petani tidak lagi hanya mengandalkan kerja keras fisik, tetapi juga kerja cerdas yang lebih efisien.
“Kita di Gerindra punya kewajiban mendorong program prioritas Pak Prabowo, terutama swasembada pangan. Petani kita harus sejahtera, produktif, dan efisien. Jika prosesnya cepat, taraf hidup mereka otomatis akan membaik,” ujar Rofiq.
Sepanjang tahun 2025, upaya Rofiq menjemput program ke pemerintah pusat membuahkan hasil. Sebanyak 10 unit alat dan mesin pertanian (alsintan), mulai dari hand tractor hingga combine harvester, telah disalurkan kepada kelompok tani di wilayah Gresik dan Lamongan.
Namun, Rofiq menekankan bahwa bantuan alat harus dibarengi tata kelola yang profesional melalui Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA).
“Harus transparan dan terkelola. Dengan UPJA, setiap transaksi jelas dan perawatan mesin lebih terjamin,” imbuhnya.
Baca juga: DPRD Gresik Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian Lewat Penataan Irigasi
Anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Kurdi, menyambut positif bantuan tersebut. Menurutnya, sektor pertanian di Gresik sudah saatnya “naik kelas” melalui modernisasi.
“Petani Gresik harus terayomi. Dengan alat modern, kita berharap hasil panen lebih maksimal dan biaya operasional bisa ditekan,” kata Kurdi.
Sementara itu, Kepala Desa Randuboto Andhi Sulandra menilai bantuan rotavator sebagai bentuk pengakuan atas potensi pertanian desanya. Meski dikenal sebagai desa pesisir dengan tambak dan hasil laut, pertanian tetap menjadi denyut nadi bagi sebagian warga.
“Kami punya 50 hektare sawah. Bantuan rotavator ini menjadi suntikan semangat bagi petani untuk terus menanam dan menjaga ketahanan pangan dari tingkat desa,” pungkasnya.
