INFOGRESIK – Di sebuah sudut Desa Karangcangkring, Kecamatan Dukun, Gresik, ada sebuah rumah yang kini berdiri tegak dengan dinding yang kokoh.
Bagi banyak orang, itu mungkin hanya bangunan sederhana. Namun bagi Umiyatun, warga RT 003 RW 001, bangunan itu adalah jawaban dari doa-doa panjangnya di sela lelah sebagai buruh cuci.
Selama ini, Umiyatun bertahan di hunian yang jauh dari kata layak. Dengan penghasilan sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per bulan, memperbaiki atap yang bocor saja sudah terasa berat, apalagi membangun dinding permanen.
Sebelum dipugar, dinding rumahnya masih terbuat dari kayu dengan lantai yang menyatu dengan tanah, sebuah kondisi yang membuatnya harus waswas setiap kali musim penghujan menyapa.
Melihat kondisi tersebut, BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur bergandengan tangan dengan Yayasan Nurul Hayat Cabang Gresik untuk melakukan aksi nyata. Melalui program bedah rumah, mereka meruntuhkan dinding kayu yang rapuh dan menggantinya dengan harapan baru.
Tepat pada Senin (29/12/2025), suasana haru menyelimuti momen peresmian dan serah terima kunci. General Manager BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur, H. Ayubi Chozin, hadir langsung untuk memastikan bahwa amanah dari para muzakki (pembayar zakat) telah sampai ke tangan yang tepat.
Baca juga: BMT Mandiri Sejahtera Wujudkan Impian Warga Dukun Miliki Rumah Layak Huni
“Program ini merupakan implementasi penyaluran ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) yang kami kelola secara konsisten. Kami ingin membantu masyarakat miskin agar dapat menempati rumah yang layak,” ujar Ayubi, Selasa (30/12/2025).
Bagi BMT Mandiri Sejahtera, kolaborasi ini merupakan bagian dari visi besar mereka untuk terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, terutama di sekitar wilayah kerja mereka.
“Kami berharap rumah ini benar-benar bermanfaat dan membawa kenyamanan bagi keluarga penerima. Insya Allah, ke depan BMT akan terus hadir untuk masyarakat yang membutuhkan,” terangnya.
Kini, pemandangan dinding kayu dan lantai tanah telah sirna. Di hadapan rumah barunya yang bersih dan sehat, Umiyatun tak mampu menyembunyikan rasa haru. Baginya, rumah ini adalah kado terindah yang melampaui apa yang pernah ia bayangkan.
Sambil menatap bangunan yang kini siap melindunginya dari panas dan hujan, Umiyatun menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam.
“Tentu kami sangat berterima kasih kepada BMT Mandiri Sejahtera dan Nurul Hayat atas kebaikan yang diberikan kepada keluarga kami. Semoga dibalas dengan kebaikan yang berlipat,” katanya.
Rumah tersebut kini tidak hanya berdiri sebagai sebuah bangunan fisik, tetapi menjadi simbol bahwa kepedulian kolektif mampu mengubah hidup seseorang. Di bawah atap baru ini, Umiyatun kini bisa beristirahat dengan lebih tenang, tanpa perlu lagi takut pada rembesan air hujan atau angin malam yang menusuk tulang.
