INFOGRESIK – Puluhan rumah di dua kecamatan wilayah Gresik utara terendam banjir akibat luapan Bengawan Solo. Selain rumah warga, puluhan hektare sawah juga terancam gagal panen.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mencatat, ada dua desa yang terendam banjir luapan sungai Bengawan Solo dengan genangan air cukup tinggi, yakni Desa Madumulyorejo di Kecamatan Dukun, dan Desa Bungah di Kecamatan, Bungah.
“Banjir di Desa Madumulyorejo merendam 24 rumah dengan ketinggian air 10-30 cm. Sementara di Desa Bungah merendam 20 rumah dengan ketinggian 10 – 30 cm, jalan lingkungan 10 – 30 cm, dan jalan poros desa 10 – 60 cm,” kata Sukardi didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, Jumat (24/1/2025).

Adapun salah satu penyebab luapan sungai Bengawan Solo yang terjadi sejak Kamis (23/1) dikarenakan intensitas hujan yang turun selama beberapa hari. Kardi menyebut, hingga kini BPBD Gresik terus melakukan pendataan termasuk lahan sawah milik para petani yang terendam banjir luapan sungai Bengawan Solo.
“Masih terus kita data,” terangnya.
