INFOGRESIK – Kelurahan Kroman kembali menggelar Festival Badhogan dan Budaya Gresik 2025 di sepanjang Jalan KH. Hasyim Asyari (Kalitutup). Uniknya, kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (31/12/2025) lalu ini tak hanya diikuti warga sekitar, tetapi juga mahasiswa luar negeri.
Tahun ini, festival tersebut diikuti oleh 60 pelaku UMKM yang menempati 96 stan. Selain menyajikan jajanan khas Gresik, acara ini juga dimeriahkan oleh partisipasi mahasiswa asing asal Suriah, Sudan, Yaman, dan Republik Komoro yang menjajakan Nasi Briani.
Tingginya antusiasme pengunjung membuat sebagian besar menu ludes dalam hitungan jam. Bahkan, beberapa pedagang harus memasak ulang hingga tiga kali.
Rangkaian acara diawali dengan arak-arakan dan pembagian 1.000 pudak kepada warga yang diiringi kesenian Pencak Macan. Selain itu, panggung budaya menampilkan beragam atraksi, mulai dari tari-tarian siswa sekolah, Pencak Silat Kera Sakti, Tari Saman SMAN 1 Gresik, hingga penampilan musik dari Kalitutup Brotherhood Band dan Maqobul Band.
Baca juga: Semarak Festival Nasi Krawu KWG 2025: Ribuan Porsi Gratis, Layanan Warga, dan Hiburan Budaya
Meski terbilang sukses, Wakil Ketua Pelaksana, Muhammad Khafidh Yudi Rama, mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan tahun ini.
“Kerjasama elemen LKMK, Pokdarwis, Kartar, dan masyarakat sangat solid. Tantangan utama kami adalah faktor cuaca musim hujan dan sulitnya mencari sponsor karena bertepatan dengan periode tutup buku perusahaan,” jelas Khafidh, Jumat (2/1/2026).
Lurah Kroman, Fathan, menjelaskan bahwa festival ini merupakan upaya strategis untuk memposisikan Kelurahan Kroman sebagai sentra kuliner dan oleh-oleh khas Gresik.
“Kami ingin menjadikan wilayah ini sebagai penyangga utama wisata Bandar Grissee melalui pelestarian kuliner dan seni budaya lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Parekrafbudpora Kabupaten Gresik, Dra. Anis Nurul Aini, MM, menyatakan apresiasinya atas konsistensi penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, festival ini telah resmi masuk dalam kalender event kabupaten.
“Karena sudah dilaksanakan enam kali berturut-turut pada waktu yang sama, kami akan membantu membawa Festival Badhogan ini sebagai event nasional,” ucap Anis.
Acara tahunan yang memadukan bazar kuliner tradisional dengan pagelaran seni ini ditargetkan mampu menembus jajaran event nasional.
